Delapan Lomba Olahraga Tradisional Semarakkan HUT ke-27 Kutim

WhatsApp Image 2026 10 15 at 16.06.32 (1)

Keseruan Lomba Tradisional memeriahkan HUT ke-27 Kutim. Foto: Istimewa/Miftah Pro Kutim

SANGATTA – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tak hanya diwarnai kegiatan seremonial, tetapi juga upaya melestarikan olahraga tradisional yang dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Kutim. Melalui delapan cabang perlombaan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim mengajak pelajar, perangkat daerah, hingga masyarakat umum untuk mengenal sekaligus menghidupkan kembali permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan dan ketangkasan.

Lomba olahraga tradisional tersebut berlangsung pada 13–16 Oktober 2026. Beragam cabang dipertandingkan, mulai dari gasing, sumpit, asen naga, ketapel, kasti, bakiak, enggrang, hingga lari balok estafet.

WhatsApp Image 2026 10 15 at 16.06.31

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kutim, Anisia Astuti, yang mewakili Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kutim sekaligus sarana memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Memeriahkan HUT Kutim, kami melaksanakan lomba olahraga tradisional yang melibatkan pelajar,m dan masyarakat umum. Kami ingin olahraga tradisional ini tetap dikenal, diminati, dan terus dilestarikan,” ujarnya pada ditemui Pro Kutim, Kamis (15/10/2026).

Menurut Anisia, antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang berpartisipasi pada sejumlah cabang perlombaan. Bahkan, pada kategori sumpit putra umum, jumlah peserta mencapai sekitar 80 orang.

Tingginya partisipasi tersebut menjadi sinyal positif bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat, meskipun saat ini berbagai jenis olahraga modern semakin berkembang.

WhatsApp Image 2026 10 15 at 16.06.47

Anisia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun, tidak hanya untuk memeriahkan hari jadi daerah, tetapi juga menjaga keberadaan permainan tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun karena olahraga tradisional sangat baik, terutama untuk mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda,” katanya.

Antusiasme itu juga dirasakan para peserta. Dede Davano, siswa SMA Negeri 1 Sangatta Utara yang mengikuti lomba ketapel, mengaku senang dapat terlibat dalam perlombaan tersebut. Baginya, kegiatan ini menjadi pengalaman baru karena baru pertama kali mengikuti lomba olahraga tradisional.

Ia menilai permainan ketapel yang sekilas terlihat sederhana ternyata membutuhkan ketangkasan, ketelitian, dan konsentrasi agar dapat mengenai sasaran.

WhatsApp Image 2026 10 15 at 16.06.32 (2)

“Saya sangat senang bisa ikut lomba ini. Ini juga pertama kali saya ikut. Ternyata ketapel tidak semudah yang dilihat, karena perlu ketangkasan dan ketelitian. Kalau tahun depan ada lagi, saya ingin ikut kembali,” ungkapnya.

Keikutsertaan pelajar seperti Dede menjadi salah satu gambaran bahwa perlombaan olahraga tradisional dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mencoba pengalaman baru sekaligus mengenal permainan yang telah lama berkembang di tengah masyarakat.

WhatsApp Image 2026 10 15 at 16.06.47 (1)

Rangkaian lomba olahraga tradisional dalam memeriahkan HUT ke-27 Kutim dijadwalkan berakhir pada 16 Oktober 2-26. Penyerahan hadiah kepada para pemenang juga akan dilaksanakan pada hari terakhir perlombaan.

Melalui kegiatan ini, semarak hari jadi Kutim diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan dan kompetisi, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat serta menjaga warisan olahraga tradisional agar tetap hidup dan diminati lintas generasi.(Mif/Fan/Fj)

5340
Mif
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...