SANGATTA – Penguatan keamanan wilayah perairan dan pemberdayaan masyarakat pesisir menjadi fokus pertemuan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dengan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII Tarakan, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimo Aji, di Ruang Tempudau, Sekretariat Kabupaten Kutim, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan kerja tersebut disambut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD, jajaran TNI-Polri, kejaksaan, pengadilan, kepala perangkat daerah, serta sejumlah camat.

Dalam pertemuan itu, Ardiansyah memaparkan potensi strategis Kutim, terutama wilayah pesisir dengan garis pantai sekitar 500 kilometer yang berhadapan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Posisi tersebut menjadikan Kutim memiliki peran penting dalam jalur pelayaran nasional maupun internasional.
Selain potensi maritim, Bupati juga menyampaikan perkembangan sektor pertanian, perkebunan dan industri. Ekspor pisang Kutim tercatat mencapai 2.125 ton sejak 2018. Sementara perluasan lahan persawahan produktif dari sekitar 6.000 hektare menjadi 20.000 hektare pada 2029 terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan. Berbagai peluang investasi daerah juga diproyeksikan mencapai Rp80 triliun menjelang 2030.

Dankodaeral XIII Laksamana Muda TNI Sumarji Bimo Aji mengapresiasi sambutan Pemkab Kutim. Ia menegaskan, kerja sama dengan pemerintah daerah diperlukan untuk memperkuat pengamanan perairan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kehadiran TNI Angkatan Laut tidak hanya untuk menjaga keamanan laut, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan perekonomian," ujarnya.
Menurutnya, posisi Kutim yang berdekatan dengan jalur pelayaran strategis membutuhkan pengawasan laut yang memadai, termasuk kemampuan mendeteksi aktivitas mencurigakan di bawah permukaan laut.

Di bidang sumber daya manusia, ia mendorong pengenalan kemampuan berenang sejak usia sekolah. Kodaeral XIII membuka peluang kerja sama pelatihan bagi generasi muda Kutim apabila fasilitas kolam renang di kawasan Lanal dapat dikembangkan dengan memperhatikan aspek lingkungan.
Pembinaan tersebut juga diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi putra-putri daerah untuk mengikuti seleksi prajurit TNI AL, melalui peningkatan kemampuan akademis, fisik, dan psikologis.
Perhatian lain diarahkan pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program Kampung Bahari Nusantara yang telah memiliki tiga desa binaan di Kutim. Program ini diharapkan dapat disinergikan dengan Kampung Nelayan Merah Putih, terutama untuk mendukung pembangunan dermaga, armada penangkapan ikan, dan fasilitas ekonomi nelayan.
Kerja sama juga berpeluang diperluas ke sektor ketahanan pangan. Jajaran Lanal telah mengembangkan peternakan sekitar 30 ekor kambing dan merencanakan usaha ayam petelur. Selain mendukung kebutuhan satuan, kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat lebih luas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Dalam pertemuan itu, Dankodaeral XIII turut mengapresiasi dukungan Pemkab Kutim terhadap fasilitas Lanal, termasuk perbaikan turap, pembangunan musala, dan lapangan futsal. Ia juga menyatakan kesiapan jajarannya membantu penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan, apabila diperlukan pemerintah daerah.
Dukungan logistik dan fasilitas pangkalan bagi kapal-kapal TNI AL yang beroperasi atau singgah di perairan Kutim turut menjadi bagian pembahasan.Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut. Tidak hanya dalam menjaga keamanan laut, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.(Dw/Yus/Fj)










