Kutim Perkuat Mitigasi Bencana dan Keamanan Wilayah Bersama TNI AL

Kutim Perkuat Mitigasi Bencana dan Keamanan Wilayah Bersama TNI AL

Suasana saat bupati serta jajaran forkompimda berbincang santai dengan Dankodaeral. Foto: Bagus/Nami/Bahtiar

SANGATTA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), potensi bencana alam, hingga pengamanan kawasan pesisir membutuhkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas lembaga. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong penguatan kerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk mendukung penanganan berbagai persoalan strategis tersebut.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, di Tanjung Bara, kawasan operasional PT Kaltim Prima Coal (KPC), Rabu (4/11/2026) sore.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim.

Ardiansyah mengatakan, kerja sama dengan TNI AL penting untuk memperkuat kemampuan daerah dalam menghadapi ancaman yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat maupun aktivitas pembangunan.

Menurutnya, penanganan karhutla menjadi salah satu perhatian karena wilayah Kutim memiliki kawasan hutan yang luas serta wilayah pesisir yang membutuhkan pengawasan dan kesiapsiagaan terpadu.

"Kita ingin koordinasi dengan TNI AL semakin kuat. Kalau terjadi kebakaran hutan atau bencana, semua pihak harus bisa bergerak cepat dan saling mendukung," ujarnya.

Ia menilai keterlibatan berbagai unsur, termasuk dukungan personel dan kemampuan operasional TNI AL, dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan maupun penanganan keadaan darurat.

Selain mitigasi bencana, pertemuan tersebut juga membahas pentingnya menjaga keamanan kawasan pesisir dan objek vital nasional.

Hal ini sejalan dengan karakter Kutim yang memiliki wilayah daratan, pesisir, serta aktivitas industri dan pelabuhan yang memiliki peran penting bagi perekonomian daerah.

Bagi Kutim, penguatan koordinasi dengan TNI AL juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem keamanan wilayah yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat.

Ardiansyah berharap komunikasi dan kerja sama antarlembaga tidak hanya terjalin ketika muncul persoalan, tetapi juga dibangun melalui koordinasi rutin dan langkah antisipasi sejak dini.

Dengan demikian, sinergi pemerintah daerah dan TNI AL diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi perlindungan masyarakat, keamanan wilayah, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi di Kutai Timur. (Rio/Yus/Fj)

5700
Rio
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...