SANGATTA - Semarak Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, Senin (12/10/2026) malam, tidak hanya diisi oleh pameran produk UMKM dan instansi pemerintahan. Kehadiran PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam ajang perayaan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) turut mencuri perhatian publik, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda yang ingin mengenal lebih dekat seluk-beluk industri pertambangan.
Melalui stan pameran yang interaktif, KPC menyuguhkan berbagai informasi edukatif mengenai dunia tambang. Mulai dari miniatur alat-alat berat pertambangan, sampel batubara asli, maskot batubara yang ramah anak, hingga diorama perjalanan panjang perusahaan dalam menggerakkan roda perekonomian daerah terpajang rapi untuk disaksikan masyarakat.
Manager External Relations KPC, Nanang Supriyadi, menjelaskan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam pameran tahunan ini merupakan wadah komunikasi terbuka kepada publik. Pihaknya ingin meluruskan persepsi keliru yang kerap memandang sebelah mata aktivitas pertambangan, sekaligus menunjukkan kontribusi nyata korporasi terhadap pembangunan Kutim selama hampir tiga dekade terakhir.

"Di stan KPC, pengunjung dapat memperoleh berbagai informasi mengenai aktivitas pertambangan, kontribusi perusahaan melalui royalti, profit sharing atau bagi hasil, serta keterlibatan perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah selama 27 tahun perjalanan Kabupaten Kutim," ujar Nanang di lokasi pameran dalam siaran pers.
Menurutnya, denyut kemajuan Kutim memiliki keterkaitan yang erat dengan kehadiran industri pertambangan. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bagaimana sebuah perusahaan tambang besar beroperasi secara profesional, mulai dari teknik penggalian yang bertanggung jawab hingga komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
"Kalau kita lihat, 27 tahun Kutai Timur itu tidak terlepas juga bagaimana peran KPC di dalamnya. Kita ingin memperlihatkan bagaimana peran tambang, bagaimana menambang dengan cara yang benar, dan bagaimana tambang itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Yang paling penting, bagaimana kita bisa melakukan transformasi ke depan agar pascatambang itu bisa berkelanjutan," tambahnya.

Tidak sekadar memamerkan data historis dan teknologi tambang, stan KPC juga merancang berbagai aktivitas kreatif seperti permainan edukatif dan sesi kunjungan khusus bagi rombongan pelajar. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menanamkan pemahaman komprehensif sejak dini mengenai dinamika industri ekstraktif serta tantangan transisi ekonomi di masa depan.
Menatap era pascatambang, KPC menaruh perhatian besar pada pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh. Ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor pertambangan menuntut adanya transformasi bertahap agar generasi muda Kutim memiliki daya saing di sektor-sektor lain, seperti pertanian, pariwisata, maupun industri kreatif.
"KPC siap mendorong berbagai program yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat agar memiliki kesiapan untuk beralih ke sektor ekonomi lainnya ketika aktivitas pertambangan tidak lagi menjadi penopang utama. Memang tidak mudah, kita bekerja bersama-sama dengan pemerintah untuk menyiapkan hal-hal tersebut, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun bidang lainnya," ungkap Nanang.
Senada dengan hal tersebut, Superintendent Public Communication (PC) KPC, Muhammad Ramadhan, menegaskan bahwa kehadiran mereka di ajang Pekan Raya Kutim Expo 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana literasi publik. Ia berharap para pemuda setempat tidak sekadar melihat industri tambang sebagai peluang kerja semata, melainkan memahami esensi tata kelola industri dan kontribusinya bagi daerah tempat mereka tinggal.
"Edukasi kepada pelajar dan generasi muda menjadi bagian dari pendekatan kami. Dengan memahami proses pertambangan secara langsung, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal sektor yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Kutim, tetapi juga memahami tantangan dan kebutuhan transformasi ekonomi ke depan," pungkas Ramadhan.(Fan/Fj)










