Beranda Humas Kutim Kearifan Lokal, Kapolres Kutim Baru Disambut Prosesi Tepung Tawar 

Kearifan Lokal, Kapolres Kutim Baru Disambut Prosesi Tepung Tawar 

58 views
0

Kapolres Kutim AKBP Aryansyah disambut prosesi tepung tawar di halaman Mako Polres Kutim. Foto: Humas Polres Kutim

SANGATTA – Langkah kaki AKBP Aryansyah memasuki halaman Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kutai Timur (Kutim), Senin (13/7/2026), disambut dengan untaian doa dan ritual sakral. Dalam tradisi masyarakat setempat, kehadiran pemimpin baru tidak hanya dimaknai sebagai pergantian jabatan administratif, melainkan sebuah proses penyatuan diri dengan nilai-nilai lokal.

Prosesi Tepung Tawar yang digelar hari itu menjadi simbol transisi kepemimpinan di Polres Kutai Timur. Di tengah barisan personel, jajaran perwira, hingga anggota Bhayangkari, AKBP Aryansyah menerima ritual yang sarat akan pesan filosofis tersebut.

Tepung Tawar bukan sekadar seremonial. Bagi masyarakat Kutai Timur, ritual ini merupakan bentuk “pembersihan” dan permohonan restu agar pemimpin yang baru diberikan keteguhan hati serta kesehatan dalam mengemban amanah. Dalam perspektif sosiologis, penerimaan adat ini merupakan langkah krusial bagi seorang Kapolres untuk melebur dengan karakteristik wilayah yang dipimpinnya.

“Tradisi ini adalah cerminan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menghargai kearifan lokal,” ujar salah satu perwakilan keluarga besar Polres Kutim di sela acara.

Kehadiran unsur pimpinan, mulai dari Wakapolres hingga seluruh Kapolsek jajaran, menunjukkan soliditas internal dalam menyambut kepemimpinan baru. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi AKBP Aryansyah dalam memetakan tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah yang cukup luas ini.

Penunjukan AKBP Aryansyah sebagai Kapolres Kutim datang pada saat daerah tersebut tengah menghadapi dinamika perkembangan wilayah yang pesat. Sebagai kawasan dengan sektor pertambangan dan industri yang masif, Kutim menuntut standar pelayanan kepolisian yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis dan responsif terhadap isu-isu sosial.

Publik menaruh harapan besar agar di bawah komando AKBP Aryansyah, Polres Kutim mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan suasana kondusif. Pemimpin baru ini diharapkan mampu meredam potensi konflik sosial dengan pendekatan persuasif, sejalan dengan filosofi adat yang mengedepankan perdamaian dan kerukunan.

Bagi AKBP Aryansyah, prosesi Tepung Tawar adalah pengingat bahwa tugas kepolisian tidak lepas dari dukungan moral masyarakat. Amanah yang dipikul di pundaknya bukan hanya tanggung jawab kepada negara, tetapi juga janji untuk memberikan pengayoman terbaik bagi warga Kutim.

Momentum penyambutan ini kini telah berlalu, menyisakan ekspektasi publik yang besar. Kini, tantangan sebenarnya bagi sang Kapolres baru dimulai yaitu bagaimana menerjemahkan doa-doa dari prosesi adat tersebut ke dalam aksi nyata di lapangan, demi memastikan hukum ditegakkan dengan adil tanpa menanggalkan sentuhan kemanusiaan.(*/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini