Beranda Kutai Timur Aren Genjah Kandolo Dibidik Tembus Pasar Global, Kutim Siapkan Pengajuan IG

Aren Genjah Kandolo Dibidik Tembus Pasar Global, Kutim Siapkan Pengajuan IG

31 views
0

Audiensi pembahasan pengajuan Indikasi Geografis Gula Aren Genjah Kandolo. Foto: Rusli/Lintang/Pro Kutim

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong pengembangan Gula Aren Genjah Desa Kandolo, Kecamatan Rantau Pulung, untuk mendapatkan Hak Indikasi Geografis (IG). Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan sekaligus memperkuat nilai ekonomi komoditas unggulan daerah yang telah ditetapkan sebagai varietas nasional sejak 2011.

Pembahasan pengajuan IG Gula Aren Genjah Kandolo berlangsung dalam audiensi di Ruang Kerja Bupati Kutim, Rabu (12/8/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala BRIDA Kutim Juliansyah beserta jajaran, Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadani beserta jajaran, Dinas Koperasi dan UMKM yang diwakili Kabid PUM dr. Junianti, Kasubbag Program Perencanaan Dinas Perkebunan Kutim Alamsyah Saragih, Ketua MPIG Aren Genjah Desa Kandolo Sukfi Rahmah beserta jajaran, serta jajaran dari Kecamatan Teluk Pandan.

Dalam audiensi tersebut, Ketua MPIG Aren Genjah Desa Kandolo Sukfi Rahmah menyampaikan bahwa proses pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) telah berjalan. Rekomendasi calon ketua beserta anggota MPIG menjadi salah satu persyaratan dalam proses pengajuan IG.

“Untuk IG-nya SK-nya pertama sedang dalam proses paraf, terkait dengan SK pembentukan MPIG. Maka minta nanti Bapak bisa menandatangani SK-nya,” ujar Sukfi dalam audiensi.

Ia menjelaskan, kawasan Aren Genjah yang menjadi bagian dari pengajuan perlindungan IG berada di wilayah Desa Kandolo dengan luasan sekitar 53 hektare yang masuk dalam Area Penggunaan Lain (APL). Sementara itu, tanaman Aren Genjah juga masih ditemukan di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Berdasarkan pembahasan tersebut, Pemkab Kutim juga melihat perlunya penguatan kerja sama dengan pihak TNK agar keberadaan tanaman Aren Genjah di kawasan tersebut dapat terdata dan dikelola sesuai ketentuan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai pengajuan IG menjadi langkah penting karena Aren Genjah Kandolo memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih jauh. Terlebih, komoditas tersebut tidak hanya memiliki pasar lokal, tetapi juga peluang pasar regional hingga internasional.

“Pasaran banyak, baik lokal, regional, maupun pasar global,” kata Ardiansyah.

Potensi pasar tersebut salah satunya terlihat dari adanya permintaan produk gula aren untuk pasar luar daerah hingga pasar internasional. Dalam audiensi disebutkan, salah satu pelaku usaha yang terhubung dengan pasar Amerika Serikat bahkan pernah menyampaikan kebutuhan hingga 20 ton. Namun, kapasitas produksi Gula Aren Genjah Kandolo saat ini belum mampu memenuhi permintaan tersebut secara optimal.

Aliamsah Saragih, Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Kutim, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan komoditas Aren Genjah Kandolo apabila produksi di tingkat hulu dapat diperkuat.

Menurutnya, pengembangan hilirisasi tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan bahan baku dan bibit. Karena itu, pihaknya mendorong penambahan pohon induk Aren Genjah di Kandolo.

“Walau bagaimanapun rencana kita hilirisasi, tapi kalau tidak ada bibit yang akan kita jadikan untuk bahan tanamnya, maka sia-sialah hilirisasi itu,” jelas Alamsyah.

Ia menyebut, pada 2022 terdapat 154 pohon induk terpilih yang tercatat sebagai sumber bibit. Saat ini jumlah pohon induk tersebut telah berkurang dan perlu dilakukan penambahan. Rencananya, Dinas Perkebunan akan berkoordinasi dengan pemulia tanaman dari Balit Palma Manado dan Kementerian terkait untuk mendukung penambahan pohon induk.

Selain penguatan hulu, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi tantangan. Berdasarkan pemaparan pelaku usaha dalam audiensi, kapasitas produksi saat ini masih terbatas karena keterbatasan tenaga kerja. Salah satu penyadap dapat menghasilkan sekitar 25 kilogram gula dalam sehari, bergantung pada kondisi produksi.

Di sisi lain, permintaan pasar lokal juga disebut telah cukup tinggi. Dalam beberapa bulan terakhir, kebutuhan pasar dalam daerah bahkan dinilai telah membuat pelaku usaha kewalahan memenuhi permintaan.

“Kalau untuk sementara ini empat bulan ini pasar dalam saja sudah kewalahan,” ungkap salah satu peserta audiensi.

Untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja, Bupati Ardiansyah mendorong keterlibatan generasi muda, termasuk melalui koordinasi dengan Komite Tani Muda dan kelompok pemuda tani di Kutim.

Selain kapasitas produksi, kualitas dan kebersihan produk juga menjadi perhatian dalam pengembangan Gula Aren Genjah Kandolo. Pelaku penyadapan menjelaskan bahwa kebersihan alat seperti parang, jeriken, wajan hingga rumah produksi terus dijaga. Rumah produksi yang dibangun dengan dukungan Dinas Koperasi juga telah berupaya ditutup menggunakan paranet untuk mengurangi masuknya debu, namun tetap memungkinkan asap keluar selama proses pemasakan.

Upaya menjaga kualitas tersebut dinilai penting karena produk gula aren nantinya tidak hanya ditujukan untuk pasar lokal, tetapi juga pasar yang lebih luas dengan tuntutan standar mutu yang semakin tinggi.

Saat ini, produk yang dihasilkan dari Aren Genjah Kandolo tidak hanya berupa gula cetak. Pengembangan produk juga telah mencakup gula semut, gula cube hingga gula cair atau yang dalam bahasa Kutai disebut “juruh”.

Dari sisi kelembagaan, MPIG Aren Genjah Desa Kandolo tercatat beranggotakan sekitar 30 orang yang berasal dari kelompok tani. Sementara kelompok tani yang bergerak dalam pembibitan dan budidaya juga terus didorong untuk memperkuat keberlanjutan komoditas tersebut.

Pengajuan IG ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk melindungi identitas Gula Aren Genjah Kandolo sekaligus meningkatkan daya saing produk. Jika proses berjalan sesuai rencana, rekomendasi dan dokumen yang diperlukan akan segera ditindaklanjuti untuk diajukan ke tahapan berikutnya.

Dengan potensi pasar yang besar, dukungan pemerintah daerah, serta penguatan dari sisi hulu hingga hilir, Aren Genjah Kandolo diharapkan tidak berhenti sebagai komoditas lokal, tetapi berkembang menjadi salah satu produk unggulan Kutim yang mampu menembus pasar regional maupun global.(kopi17/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini