Beranda Kutai Timur Lima Jembatan Diperbaiki, Akses Warga Kutim Mulai Diperkuat

Lima Jembatan Diperbaiki, Akses Warga Kutim Mulai Diperkuat

14 views
0

Jalannya Podcast Cerdas Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Dandim 0909/Kutai Timur Letkol Czi Zaenal Abidin di RPD Kutim. Foto: Miftah/Pro Kutim

SANGATTA — Persoalan akses antarkawasan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) perlahan diperkuat melalui pembangunan dan perbaikan jembatan di sejumlah wilayah. Kondisi geografis Kutim yang kompleks banyak dilintasi sungai membuat keberadaan jembatan menjadi infrastruktur vital. Bukan sekadar sarana penyeberangan, jembatan-jembatan ini merupakan jalur hidup bagi aktivitas ekonomi warga hingga akses aman bagi anak-anak menuntut ilmu.

Hal tersebut mengemuka dalam Podcast Cerdas RPD Kutim yang menghadirkan Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Rabu (12/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Czi Zaenal Abidin membeberkan bahwa dari target lima jembatan yang digarap, tiga di antaranya telah rampung dikerjakan, sementara dua lainnya terus dikejar penyelesaiannya.

“Sudah ada program lima jembatan yang kami kerjakan. Tiga sudah selesai, dua masih proses,” ungkap Zaenal.

Pendekatan konstruksi yang diterapkan pun tidak seragam, melainkan disesuaikan secara presisi dengan kondisi teknis di lapangan. Ada jembatan gantung, dan untuk sungai kecil berarus tenang, dibangun jembatan Aramco (corrugated steel/pipe bridge). Sementara untuk bentang sungai lebar berarus deras, dibangun jembatan beton permanen.

Sejumlah lokasi yang disebut antara lain jembatan gantung di Bengalon, jembatan Arangko di Desa Benua Harapan, Kecamatan Batu Ampar dan di Suka Rahmat Teluk Pandan.

Sementara jembatan beton di Suka Damai, Teluk Pandan, progres pembangunannya telah mencapai sekitar 90 persen. Ada pula pembangunan jembatan di kawasan Martadinata, Teluk Pandan.

Bagi masyarakat, keberadaan jembatan bukan sekadar infrastruktur penghubung. Jembatan menjadi jalur penting untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga, distribusi kebutuhan, hingga perjalanan anak-anak menuju sekolah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pembangunan jembatan menjadi kebutuhan penting karena hampir setiap kecamatan di Kutim memiliki karakter wilayah yang dipisahkan oleh sungai.

“Kutim ini banyak sungainya. Di masing-masing kecamatan ada sungai,” kata Ardiansyah.

Ardiansyah mengilas balik bahwa pada masa lalu, mayoritas penyeberangan sungai dibangun oleh pemerintah pusat menggunakan material kayu ulin yang sangat kuat. Namun, tergerus sangkala dan cuaca ekstrem, jembatan-jembatan kayu bersejarah itu kini mulai lapuk dan membahayakan keselamatan pemakai jalan.

“Waktu itu jembatan dibangun oleh pemerintah pusat menggunakan kayu-kayu yang memang cukup kuat. Tapi seiring waktu, jembatan itu masih ada, namun kondisinya sebagian besar sudah tidak layak dilalui,” lanjutnya.

Transformasi jembatan kayu lapuk menjadi struktur permanen seperti beton dan Aramco mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kehadiran jembatan baru ini secara langsung mengakhiri rasa waswas anak-anak sekolah dan warga saat melintas.

Dengan terhubungnya kembali akses-akses yang sempat rentan tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memperkokoh konektivitas pelayanan dasar dan pemerataan ekonomi di seluruh pelosok Kutim.(kopi8/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini