Jalannya Pembukaan Rakerkab KONI Kutim 2026. Foto: Bagus/Roni Pro Kutim
SANGATTA — Suasana Ruang Meranti pagi itu tidak seperti pembukaan rapat kerja pada umumnya. Di tengah sambutan resmi dan deretan penghormatan protokoler, Perwakilan KONI Kalimantan Timur secara terbuka menyampaikan rasa percaya dirinya terhadap Kutai Timur (Kutim) menyebut target tiga besar pada Porprov mendatang sejatinya masih terlalu kecil untuk potensi besar yang dimiliki daerah ini.
“Terlalu kecil kalau targetnya tiga besar. Harusnya nomor satu, bukan nomor dua lagi!” seru Sekretaris Umum KONI Kaltim, Abdul Muis, disambut sorak dan tepuk tangan panjang dari puluhan pengurus cabang olahraga yang memenuhi Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Kamis (13/8/2026), dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutim 2026.
Pernyataan berani mewakili Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum, itu bukan sekadar gertakan. Di saat daerah lain masih tertatih mengetuk pintu anggaran DPRD masing-masing, Kutim melangkah paling siap. Sokongan dana dari pemerintah daerah melalui Dispora menjadi amunisi vital yang menempatkan Kutim di baris terdepan perburuan takhta olahraga Benua Etam.

“Salah satu yang paling siap menghadapi ataupun menyukseskan Porprov adalah KONI Kutai Timur,” ujarnya.
Kesiapan itu, kata Abdul Muis, semestinya menjadi modal untuk berani memasang target yang lebih tinggi bukan sekadar mengulang capaian sebelumnya.
Tantangan itu tak bertepuk sebelah tangan. Ketua Umum KONI Kutim Rudi Hartono, menyambut lecutan tersebut dengan optimisme terukur. Ia menegaskan bahwa lompatan prestasi Kutim bukan cuma hitungan di atas kertas, melainkan hasil dari fondasi kokoh yang telah dibangun.
Rudi membeberkan bukti sahih yang selama ini luput dari sorotan yaitu pada babak pra-kualifikasi Porprov 2025, Kutim sukses melesat ke peringkat keempat se-Kaltim. Hasil ini menjadi pijakan terkuat untuk mematok target yang jauh lebih agresif di Kabupaten Paser mendatang.
“Prestasi itu tidak bisa kita capai kalau hanya kerja-kerja sendiri,” tegas Rudi. “Target besar butuh bahan bakar yang besar. Sinergi antara cabor, KONI, pemerintah daerah, atlet, hingga peran orang tua adalah kunci modal kita untuk menjawab tantangan menjadi yang terbaik.”

Kesiapan Kutim juga ditandai dengan makin bertambahnya amunisi organisasi melalui verifikasi empat cabor baru seperti Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI), Sepakbola Mini, Savate, dan Xiangqi (Catur Cina).
Kini, bola panas telah dilemparkan. Rakerkab KONI 2026 bukan lagi sekadar ajang evaluasi rutin di atas kertas, melainkan titik mula ikrar persatuan. Dengan kesiapan anggaran, peta kekuatan atlet yang kian solid, dan amunisi cabor yang terus bertambah, Kutim tak lagi punya alasan untuk bermain aman, mereka siap melangkah ke Paser bukan sekadar sebagai peserta, melainkan calon sang juara.(kopi8/kopi13/kopi3)






























