Teks foto: Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda, Muara Bengalon(vian Prokutim)
BENGALON – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Nurul Huda, RT 05 Dusun II Timpakul, Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon Jumat 28 Agustus 2026, menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan kabar pembangunan yang dinantikan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, Kepala Desa Muara Bengalon Muhammad Yusuf, perangkat desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Di hadapan jamaah, Mahyunadi mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga kegiatan keagamaan dan kebersamaan di lingkungan Desa Muara Bengalon. Ia berharap jamaah Masjid Nurul Huda senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat silaturahmi.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terus berusaha menjaga kegiatan keagamaan. Semoga jamaah di Masjid Nurul Huda ini selalu diberikan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Menurut Mahyunadi, Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan antarsesama. Dari silaturahmi, kata dia, akan tumbuh kebersamaan, saling membantu, bahkan membuka jalan bagi datangnya rezeki dan kebaikan.
Dalam kesempatan itu, Mahyunadi juga menyampaikan perkembangan pembangunan Jembatan Muara Bengalon yang telah lama dinantikan masyarakat. Ia menjelaskan, proses pembangunan jembatan tersebut saat ini telah memasuki tahap lelang.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik ditargetkan dapat dimulai pada tahun ini dan rampung pada 2027.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membawa dampak lebih luas bagi perkembangan wilayah Muara Bengalon. Mahyunadi menyebut, setelah jembatan selesai dibangun, terdapat peluang jalan desa di kawasan tersebut berkembang menjadi akses alternatif atau bahkan jalur penghubung yang lebih strategis.
“Kalau jembatan ini selesai, tentu akan ada dampaknya bagi masyarakat. Akses semakin terbuka dan ada kemungkinan jalan desa ini nantinya bisa menjadi jalur alternatif,” ungkapnya.
Sementara itu, penceramah Ustaz Ruslan Lambari mengajak masyarakat untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan Rasulullah harus tercermin melalui akhlak yang baik serta kehidupan yang memberikan manfaat bagi sesama.

Ia mengibaratkan manusia yang baik seperti pohon pisang. Hampir seluruh bagian pohon pisang dapat memberikan manfaat, mulai dari buah, akar, batang hingga jantungnya.
“Seharusnya kita juga menjadi manusia yang kehadirannya membawa manfaat bagi orang lain,” pesannya.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Ruslan juga menguraikan lima hukum dalam ajaran Islam, yakni wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat persaudaraan, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Huda tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Bagi masyarakat Timpakul, peringatan Maulid tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah serta membawa harapan baru terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Muara Bengalon.(kopi4)




























