Beranda Kutai Timur Terang 24 Jam Menyala di Enam Desa Sangkulirang, Para Kades Apresiasi

Terang 24 Jam Menyala di Enam Desa Sangkulirang, Para Kades Apresiasi

41 views
0

Teks foto: Para Kades dari enam desa di Sangkulirang duduk di belakang Forkopimcam saat menghadiri peresmian listrik PLN 24 jam di Desa Saka, Kecamatan Sangkulirang, Minggu (29/8/2026) pukul 20.20 Wita. Peresmian disaksikan ratusan warga dari sejumlah desa. (Fuji Pro Kutim)

SANGKULIRANG – Malam di Halaman Kantor Desa Saka, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terasa berbeda pada Minggu, (29/8/2026) malam. Di bawah langit yang cerah dan bulan merah jambu, ratusan warga dari sejumlah desa berkumpul menyaksikan sebuah penanda perubahan, listrik PLN 24 jam resmi menyala di wilayah mereka.

Jarum jam menunjukkan pukul 20.20 Wita ketika peresmian dilakukan. Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama unsur pimpinan PT PLN, Anggota DPRD Kalimantan Timur Agusriansyah, Anggota DPRD Kutim Ardiansyah, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Deky Hermawan, Camat Sangkulirang Cipto Buntoro, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta perwakilan perusahaan turut mendampingi Bupati pada momen peresmian tersebut. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penyalaan listrik oleh Bupati Kutim bersama unsur pimpinan PT PLN. Sorak dan kegembiraan warga mengiringi saat terang listrik menerangi desa.

Bagi masyarakat, nyala lampu malam itu bukan hanya perubahan suasana dari gelap menjadi terang. Kehadiran listrik sepanjang waktu menjadi penopang bagi aktivitas warga yang selama ini membutuhkan energi untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Sejumlah kepala desa yang hadir mewakili masyarakat menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya layanan listrik 24 jam berkat PT PLN dan dorongan Bupati Kutim. Mereka melihat sambungan listrik sebagai bagian penting untuk membuka ruang yang lebih luas bagi pelayanan publik, pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Kepala Desa Saka, Achyanur, mengatakan kehadiran listrik 24 jam merupakan sesuatu yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Alhamdulillah, terang yang telah lama dinantikan kini hadir di Desa Saka. Terima kasih Bapak Bupati Kutai Timur atas perhatian dan komitmen menghadirkan pelayanan listrik 24 jam bagi masyarakat desa,” katanya.

Ungkapan serupa disampaikan Kepala Desa Tepian Terap Eko Sutrisno. Ia menyebut listrik 24 jam sebagai harapan masyarakat yang akhirnya menjadi kenyataan.

“Alhamdulillah, harapan masyarakat Desa Tepian Terap kini menjadi kenyataan. Terima kasih Bapak Bupati Kutai Timur-terang 24 jam membuka jalan bagi pelayanan, pendidikan, usaha, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Teks foto : Anak-anak riang gembira bermain di bawah sinar lampu listrik PLN 24 jam. (Fuji Pro Kutim)

Pernyataan tersebut memperlihatkan arti penting elektrifikasi bagi kehidupan masyarakat desa. Terang yang hadir sepanjang hari tidak hanya digunakan ketika malam tiba. Energi listrik juga menopang berbagai kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam, termasuk pelayanan, kegiatan belajar, serta aktivitas usaha.

Kepala Desa Pelawan Norhanuddin turut menyampaikan rasa syukur masyarakatnya.

“Dari tepian Sungai Nibung, masyarakat Desa Pelawan menyampaikan syukur dan terima kasih. Listrik 24 jam membawa terang, menggerakkan perekonomian, dan menumbuhkan harapan baru bagi kemajuan desa,” katanya.

Bagi desa yang aktivitas masyarakatnya bertumpu pada pertanian, listrik juga dipandang memiliki arti bagi keberlangsungan kegiatan produktif. Kepala Desa Peridan Siprianus Kelen mengatakan penantian panjang warga akhirnya memperoleh jawaban.

“Penantian panjang masyarakat Desa Peridan akhirnya terjawab. Terima kasih Bapak Bupati Kutai Timur-listrik 24 jam menjadi cahaya kemajuan bagi pertanian, pendidikan, usaha, dan kehidupan masyarakat desa,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mandu Dalam Rahmat menggambarkan hadirnya listrik 24 jam sebagai energi baru bagi masyarakat yang telah lama menunggu.

“Setelah puluhan tahun menanti, kini Desa Mandu Dalam menikmati terang sepanjang hari. Terima kasih Bapak Bupati Kutai Timur-Listrik 24 jam menjadi energi baru untuk membangun desa yang maju dan mandiri,” ujarnya.

Harapan juga datang dari wilayah pesisir. Kepala Desa Mandu Pantai Sejahtera Hendra mengatakan masuknya listrik 24 jam membawa terang hingga ke wilayah mereka.

“Alhamdulillah, terang kini hadir hingga ke wilayah pesisir Desa Mandu Pantai Sejahtera. Terima kasih Bapak Bupati Kutai Timur atas terwujudnya listrik 24 jam yang mendukung kehidupan dan usaha masyarakat,” ucapnya.

Rangkaian peresmian tersebut mempertemukan pemerintah, PLN, legislatif, aparatur kecamatan, serta masyarakat desa dalam satu peristiwa yang memiliki makna langsung bagi keseharian warga. Kehadiran ratusan masyarakat dari beberapa desa menunjukkan antusiasme mereka menyambut layanan listrik yang kini tersedia sepanjang 24 jam. Bagi warga, cahaya yang menyala malam itu menjadi penanda berakhirnya sebagian penantian. Di tengah hamparan permukiman dan kehidupan desa Sangkulirang, listrik hadir sebagai sarana yang diharapkan memperluas kesempatan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan pendidikan, pelayanan, pertanian, usaha, dan aktivitas sehari-hari.

Momen peresmian nyala lampu di Desa Saka pun menjadi semacam suluh (penerang) bagi harapan masyarakat. Bukan hanya menerangi halaman rumah dan jalan, tetapi membuka waktu yang lebih panjang bagi warga untuk beraktivitas dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik. Malam itu, bulan merah jambu menggantung di langit Desa Saka. Di bawahnya, listrik 24 jam menyala. Bagi masyarakat sejumlah desa di Sangkulirang, terang tersebut bukan lagi perkara menunggu, melainkan kenyataan yang mulai mereka jalani. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini