Asisten Admum Seskab Kutim Idham Colid menjadi Narsum. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Asisten Administrasi Umum (Admum) Seskab Kutim Idham Cholid, mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, menjadi narasumber dalam kegiatan ceramah Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan III Tahun 2026, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pusjar SKPP LAN RI dan berlangsung di Auditorium Kampus ASN Corporate University Pusjar SKPP LAN RI, Jalan HM Ardans II.
Kehadiran Idham Cholid sebagai perwakilan Bupati Kutim menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman dan perspektif pemerintahan kepada para peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat wawasan serta kapasitas aparatur dalam menjalankan peran kepemimpinan di lingkungan birokrasi.
Pelatihan Kepemimpinan Pengawas merupakan salah satu instrumen pengembangan kompetensi aparatur sipil negara dalam membangun kepemimpinan yang adaptif, profesional, berintegritas, dan mampu menjawab dinamika pelayanan publik.

Penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi penting karena pejabat pengawas berada pada posisi strategis dalam menggerakkan pelaksanaan tugas organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Idham Cholid menyampaikan pandangan mengenai pentingnya kepemimpinan aparatur yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan administrasi, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan dan memberikan dampak nyata bagi organisasi maupun masyarakat.
“Seorang pemimpin, kata dia, harus mampu menjadi penggerak bagi lingkungan kerjanya. Kepemimpinan bukan sekadar persoalan jabatan, melainkan tentang kemampuan membangun kerja sama, mengambil keputusan secara tepat, serta memastikan setiap program berjalan menuju tujuan yang telah ditetapkan,” serunya.

Selanjutnya, dalam menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks, aparatur dituntut memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
“Kepemimpinan yang kuat harus berjalan seiring dengan integritas, inovasi, komunikasi, serta keberanian untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi organisasi,” paparnya.
Pelatihan kepemimpinan juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas ASN dalam menghadirkan aksi perubahan yang terukur dan berdampak pada peningkatan kinerja organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan pengembangan kepemimpinan ASN tahun 2026 yang menekankan kepemimpinan adaptif, integritas, dan tata kelola pemerintahan yang responsif.

Melalui kegiatan ini, para peserta PKP Angkatan III Tahun 2026 diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu menerjemahkan pembelajaran ke dalam praktik nyata di unit kerja masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Kutim sendiri memandang pengembangan kompetensi ASN sebagai bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan sumber daya aparatur yang memiliki kemampuan kepemimpinan, integritas, dan semangat inovasi, birokrasi diharapkan tidak menjadi sekadar roda administrasi, melainkan menjadi mesin penggerak pembangunan dan pelayanan publik.(kopi15/kopi13/kopi3)




























