Beranda Infrastruktur Wajah Baru Jalan Road 9, Dari Lorong Gelap Menjadi Koridor Terang Benderang 

Wajah Baru Jalan Road 9, Dari Lorong Gelap Menjadi Koridor Terang Benderang 

26 views
0

Jalan Road 9 bersolek saat malam hari lewat cahaya lampu estetik menyala dan jalur pedesterian dengan konsep modern yang dibangun PT KPC. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Transformasi signifikan kini dirasakan oleh para pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Road 9 yang menghubungkan Desa Swarga Bara dan Singa Gembara, Selasa (1/9/2026) malam. Kawasan yang dulunya dikenal gelap gulita, berlubang, dan kerap memicu kekhawatiran pengendara saat malam hari, kini telah berubah total. Sentuhan pembangunan infrastruktur modern berhasil menyulap jalan strategis ini menjadi koridor yang terang benderang dengan permukaan aspal yang mulus, memberikan kenyamanan sekaligus keamanan ekstra bagi mobilitas masyarakat sekitar.

Perubahan drastis ini merupakan hasil nyata dari komitmen dan realisasi pembangunan infrastruktur yang didukung penuh oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC). Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility, PT KPC menjawab keluhan lama warga dan pekerja yang menggantungkan aktivitas harian mereka pada akses jalan tersebut.

Sebelumnya, kondisi fisik Road 9 jauh dari kata ideal. Minimnya sarana penerangan jalan umum membuat jalur ini sangat rawan saat malam hari. Pandangan pengendara kerap terbatas, sementara kondisi permukaan jalan yang mengalami kerusakan menambah risiko perjalanan. Tidak jarang, para pekerja maupun warga lokal harus ekstra hati-hati demi menghindari potensi kecelakaan akibat minimnya fasilitas pendukung di sepanjang jalur tersebut.

Kini, pemandangan kontras tersaji jelas. Tiang-tiang lampu penerangan jalan modern berdiri kokoh di sepanjang sisi koridor, memancarkan cahaya terang yang mengusir kesan suram. Di saat yang sama, lapisan aspal baru yang rata dan berkualitas tinggi membentang mulus, memangkas waktu tempuh dan mengeliminasi guncangan akibat jalan rusak yang dulu kerap dikeluhkan.

Tidak hanya fokus pada pembenahan badan jalan dan pemasangan lampu penerangan, PT KPC juga melengkapi kawasan ini dengan fasilitas pendukung yang tidak kalah penting. Sebuah halte bus khusus penjemputan karyawan dan warga yang representatif kini telah berdiri di titik strategis. Halte modern ini dirancang nyaman untuk melindungi para pengguna transportasi umum dari terik matahari maupun hujan, sekaligus melengkapi estetika tata ruang kawasan Road 9.

Sebelumnya, General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan menegaskan proses pengerjaan revitalisasi Road 9 hingga rampung hasilnya akan menjadi jalan ikonik bagi Kota Sangatta yang indah dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

Wawan juga menjelaskan desain Road 9 mengadopsi konsep ruas jalan di kota-kota besar, seperti Yogyakarta. Konsep ini diharapkan tidak hanya meningkatkan fungsi jalan, tetapi juga memberi nilai tambah sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat salah satunya untuk kegiatan Car Free Day.

Kehadiran infrastruktur yang lebih manusiawi dan modern ini disambut antusias oleh masyarakat setempat salah satunya Rizal warga Teluk Lingga. Ia menilai langkah merevitalisasi Jalan Road 9 menjadi langkah proaktif perusahaan tambang batu bara yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup, efisiensi perjalanan, serta keselamatan kerja di lingkungan sekitar.

Transformasi Road 9 Sangatta membuktikan bahwa sinergi positif antara dunia industri dan kebutuhan riil masyarakat mampu menghadirkan perubahan besar. Kawasan yang tadinya dihindari karena gelap dan rusak, kini menjelma menjadi salah satu jalur perlintasan yang paling nyaman dan membanggakan di Kutim.(kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini