Bupati Ardiansyah Sulaiman sampaikan ceramah dalam peringatan Maulid Muhammad SAW di Masjid Subulussalam. Foto: Bagus/Pro Kutim
SANGATTA — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Subulussalam pada Jumat (28/8/2026) malam. Ratusan jamaah tumpah ruah memenuhi ruang utama masjid guna memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Mengusung tema “Mari Bersama-sama Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW dan Mempererat Ukhuwah dalam Cahaya Cinta-Nya,” perayaan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta lantunan shalawat yang menciptakan atmosfer religius dan menyentuh hati para jamaah yang hadir.
Ketua Masjid Subulussalam, M Safwan, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran warga RT 30 Teluk Lingga dan sekitarnya yang telah meluangkan waktu untuk memadati masjid. Ia juga mendoakan agar kehadiran serta amal baik seluruh jamaah senantiasa diterima dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) sekaligus penceramah, Ardiansyah Sulaiman. Dalam ceramahnya, Bupati Ardiansyah memaparkan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki kepribadian yang agung. Ia mengingatkan para jamaah bahwa Allah SWT telah memberitahu kita melalui Al-Qur’an salah satunya merujuk pada kandungan Surah Al-Qalambbahwa di dalam diri Rasulullah SAW terdapat suri teladan yang terbaik.
“Meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW adalah kunci utama dalam membangun masyarakat yang harmonis. Melalui cahaya cinta kepada-Nya, kita perkuat ukhuwah islamiyah,” ujar Ardiansyah.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Ardiansyah juga mengingatkan pentingnya etos kerja dan ibadah yang seimbang bagi umat Islam. Ia menegaskan bahwa setiap Muslim diperintahkan oleh Allah SWT untuk terus beribadah, bekerja, dan beramal karena hukumnya adalah wajib.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Subulussalam ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan daerah, serta diakhiri dengan ramah tamah yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga.(kopi5/kopi13/kopi3)




























