Beranda Kutai Timur Pemkab Kutim Dorong Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Pemkab Kutim Dorong Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

23 views
0

Jalannya Bimbingan Teknis Website Kecamatan dan Desa serta Transformasi Digital sekaligus launching Terpadu Digital Kutim. Foto: Rony/Lintang Pro Kutim

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Website Kecamatan dan Desa serta Transformasi Digital dengan tema “Optimalisasi Website dan Pemanfaatan AI untuk Pelayanan Masyarakat”, sekaligus launching Terpadu Digital Kutim.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pelangi, Hotel Victoria, Rabu (2/9/2026), dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi.

Turut hadir Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar dan jajaran, para kepala perangkat daerah terkait, camat, narasumber, serta peserta bimtek dari kecamatan dan desa.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak delapan perangkat daerah (PD) dan satu kecamatan turut menandatangani komitmen bersama untuk mendukung Terpadu Digital Kutim. PD dan kecamatan yang terlibat yakni Diskominfo Staper, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Dinas Perkebunan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setkab Kutim, serta Kecamatan Karangan.

Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar mengatakan, transformasi digital kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Masyarakat, kata dia, membutuhkan pelayanan yang cepat, transparan, akurat, serta dapat diakses kapan saja dan dari mana saja.

“Website pemerintah tidak boleh hanya menjadi tempat menampilkan berita dan informasi kegiatan. Website harus menjadi pintu utama pelayanan dan komunikasi pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ronny, masyarakat perlu diberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, mengakses layanan, menyampaikan pengaduan, hingga mendapatkan berbagai kebutuhan pelayanan publik melalui kanal digital yang tersedia.

Ia juga menyebut pemanfaatan artificial intelligence (AI) dapat menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas aparatur, mempercepat pengolahan informasi, mendukung analisis data, meningkatkan kualitas komunikasi publik, serta membantu pelayanan informasi kepada masyarakat.

Namun, pemanfaatan AI harus dilakukan secara tepat, aman, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Roni menjelaskan, kegiatan transformasi digital tersebut telah memasuki pelaksanaan kedua. Program ini menyasar 139 desa, 20 kelurahan, dan 18 kecamatan di Kutim. Pada kegiatan kali ini, sebanyak 38 desa dan 14 kecamatan mengikuti kegiatan, sementara masih terdapat desa yang belum terakomodasi dan diharapkan dapat difasilitasi pada perubahan anggaran.

“Sehingga tahun berikutnya kita lebih fokus kepada pengembangan, bukan lagi peningkatan SDM,” katanya.

Lebih lanjut, Ronny mengatakan Terpadu Digital Kutim nantinya menjadi kanal yang mengintegrasikan berbagai aplikasi pelayanan masyarakat milik perangkat daerah.

Sejumlah aplikasi yang telah bergabung di antaranya Siap Kawal milik Disdukcapil, Si Eka dari sektor pariwisata, Sigap Koperasi, Simdatris Disnaker, Si Kota PSU milik Perkim, UMKM Kop dari Dinas Koperasi, Siap Irigasi Kutim, serta Si Karang milik Kecamatan Karangan.

“Semua aplikasi-aplikasi yang ada di Kabupaten Kutai Timur yang terkait dengan masyarakat akan dijadikan satu kanal,” jelasnya.

Selain integrasi layanan, Terpadu Digital Kutim juga akan dilengkapi Learning Management System (LMS) sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Materi nantinya dapat ditujukan bagi masyarakat maupun aparatur, termasuk modul-modul dari berbagai kegiatan bimtek yang telah dilaksanakan perangkat daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyambut baik langkah Diskominfo Staper dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan.

Mahyunadi menekankan agar website pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai etalase berita dan dokumentasi kegiatan, tetapi mampu menjadi media informasi dan pelayanan publik yang adaptif, informatif, mudah diakses, serta sesuai kebutuhan masyarakat.

“Website kita tidak boleh hanya menjadi etalase berita dan dokumentasi kegiatan, tetapi harus menjadi media informasi dan pelayanan publik yang adaptif, informatif, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar tampilan dan konten website pemerintah dibuat lebih menarik sehingga masyarakat tidak hanya datang ketika membutuhkan layanan tertentu, tetapi juga tertarik mengakses berbagai informasi dan layanan lainnya.

Di tengah perkembangan AI, Mahyunadi mengingatkan agar teknologi tetap digunakan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Menurutnya, digitalisasi tidak boleh menghilangkan peran manusia dalam memberikan pelayanan.

“Di balik AI ini, saya berharap Terpadu Digital Kutim tetap menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, rajin, jujur, dan bertanggung jawab untuk memberikan layanan kepada masyarakat dengan secepat-cepatnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelayanan berbasis digital harus tetap dibarengi dengan kualitas pelayanan secara langsung. Sebab, sentuhan manusia, semangat melayani, serta tanggung jawab aparatur tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

“Yang memberikan produk hasil dari pelayanan itu tetap human, manusia,” katanya.

Mahyunadi berharap Terpadu Digital Kutim tidak hanya menjadikan Kutim sebagai daerah yang melek teknologi, tetapi mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing masyarakat.

Setelah pembukaan dan launching, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Fajar Iswahyudi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Materi menekankan pentingnya pengembangan aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi pelayanan di masing-masing wilayah.

Pengembangan aplikasi, kata Fajar, perlu diarahkan pada kebutuhan nyata agar teknologi yang dibangun tidak sekadar menjadi sistem digital, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kutim berharap transformasi digital dapat terus diperkuat melalui optimalisasi website, integrasi data dan layanan, pemanfaatan AI, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sehingga pelayanan publik menjadi semakin mudah, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(kopi17/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini