Beranda Kutai Timur Kolaborasi Kunci Prioritas Pembinaan Pemuda dan Olahraga Kutim 

Kolaborasi Kunci Prioritas Pembinaan Pemuda dan Olahraga Kutim 

37 views
0

Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan.Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menempatkan pembinaan pemuda dan olahraga sebagai program prioritas pada 2026. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dispora memilih memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar kegiatan kepemudaan dan olahraga tetap berjalan di seluruh wilayah Kutim.

Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan menegaskan, seluruh sektor yang berada di bawah Dispora memiliki tingkat prioritas yang sama. Namun, pelaksanaan program harus disesuaikan dengan kondisi kemampuan keuangan daerah tanpa mengurangi semangat pelayanan kepada masyarakat.

“Semua prioritas. Tapi dengan kondisi sekarang, yang dibutuhkan adalah kolaborasi, kebersamaan, dan gotong royong. Tanggung jawab pemuda dan olahraga bukan hanya pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak,” kata Basuki saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dispora Kutim, Selasa (1/9/2026).

Basuki mengatakan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan pemerintah berhenti melakukan pembinaan. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat juga menjadi bentuk dukungan yang mampu memberikan motivasi kepada para pemuda dan pelaku olahraga.

Meski Dispora tidak memberikan bantuan besar, kehadiran pemerintah dinilai mampu membangun semangat peserta sekaligus memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Minimal kami hadir, memberikan semangat, memotivasi, dan mengajak semua pihak ikut mendukung kegiatan pemuda dan olahraga,” ujarnya.

Menurut Basuki, Dispora juga aktif menggandeng perusahaan yang beroperasi di kecamatan untuk berpartisipasi dalam pembinaan kepemudaan dan olahraga melalui kolaborasi dan dukungan terhadap kegiatan masyarakat.

Ia menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi solusi agar berbagai program tetap berjalan meski anggaran terbatas.

Basuki berharap semangat gotong royong terus tumbuh di Kutai Timur sehingga pembinaan pemuda tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kalau semua bergerak bersama, kegiatan kepemudaan dan olahraga akan terus hidup. Kolaborasi adalah kekuatan kita untuk membangun generasi muda Kutai Timur,” pungkasnya.(kopi10/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini