Beranda Kutai Timur Kutim Ikuti Rakor Ops Ketupat Mahakam 2026, Fokus Pengamanan Idulfitri

Kutim Ikuti Rakor Ops Ketupat Mahakam 2026, Fokus Pengamanan Idulfitri

141 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan jajaran Forkopimda menghadiri Zoomeet Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Mahakam 2026. Foto: Roni/Nami Pro Kutim

SANGATTA – Rapat koordinasi lintas sektoral dalam kesiapan Operasi Ketupat Mahakam 2026 digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (9/3/2026) di Aula pelangi Mapolres Kutim. Kegiatan ini dihadiri oleh para Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, serta instansi vertikal yang terlibat dalam upaya pengamanan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan langkah dan strategi lintas sektoral dalam menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat selama periode mudik dan perayaan Lebaran.

Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, menekankan bahwa Idulfitri merupakan momentum yang selalu diikuti dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai sektor. Mulai dari tradisi mudik, kegiatan ibadah, hingga lonjakan aktivitas ekonomi di pusat perbelanjaan dan destinasi wisata.
Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan yang perlu diantisipasi bersama.

Selain itu, Kapolda juga menyoroti sejumlah faktor lain yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti potensi kenaikan harga bahan pokok, kondisi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, hingga dampak dinamika ekonomi global yang dapat berpengaruh terhadap stabilitas daerah.

Dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama masa libur Lebaran, Polda Kaltim akan menggelar Operasi Ketupat Mahakam 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Operasi tersebut melibatkan 3.928 personel gabungan yang berasal dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait lainnya. Dalam pelaksanaannya, akan didirikan 52 Pos Pengamanan, 22 Pos Pelayanan, dan 14 Pos Terpadu. Adapun objek pengamanan meliputi 1.009 masjid atau lokasi salat Id, 12 terminal, 19 pelabuhan, enam bandara, 45 pusat perbelanjaan, serta 101 destinasi wisata.

Kapolda juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel serta optimalisasi koordinasi lintas sektor agar pengamanan dapat berjalan efektif.

“Sinergi dan kolaborasi lintas sektoral merupakan kunci utama keberhasilan pengamanan Idul Fitri. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat menyamakan persepsi dan menyusun langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman yang diwakili oleh Kasdam VI/Mulawarman, Andy Setyawan, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan menjelang perayaan Idulfitri.

Ia menegaskan bahwa Kodam VI/Mulawarman siap memberikan dukungan penuh kepada Polda Kaltim dan seluruh pihak terkait dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Kaltim.

Menurutnya, momentum Idulfitri selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya pada arus mudik dan arus balik yang melibatkan pergerakan orang serta kendaraan dalam jumlah besar.

Kasdam juga menambahkan bahwa personel TNI akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, terutama di jalur-jalur yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sementara itu, sambutan Gubernur Kaltim yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Provinsi Kaltim, AFF Sembiring, menekankan pentingnya tindak lanjut konkret dari setiap hasil rapat koordinasi. Ia mengingatkan bahwa berbagai rekomendasi yang disampaikan dalam forum rakor sering kali berhenti di tingkat diskusi tanpa implementasi nyata di lapangan.

“Sering kali setelah rapat koordinasi selesai, pembahasan berhenti di forum ini saja. Padahal seharusnya dilanjutkan di masing-masing bidang agar langkah antisipasi benar-benar berjalan di lapangan,” ujarnya.

Untuk memperkuat koordinasi antarinstansi, Sembiring juga mengusulkan pembentukan grup komunikasi cepat yang melibatkan seluruh leading sector guna mempermudah pertukaran informasi situasi keamanan secara real time.

Selain itu, ia menyoroti potensi dampak perubahan iklim yang diperkirakan dapat memicu kemarau ekstrem pada April hingga Mei mendatang yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan serta stabilitas harga bahan pokok.

“Hal-hal ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua dalam melakukan pengamanan Idul Fitri tahun ini, agar masyarakat tidak terganggu oleh kelangkaan stok pangan maupun lonjakan harga,” tambahnya.

Melalui rakor lintas sektoral ini, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menyusun langkah antisipatif guna memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 berjalan optimal.

Dengan demikian, masyarakat di Kaltim diharapkan dapat merayakan Idulfitri 1447 Hijriah dengan aman, tertib, dan penuh kebahagiaan.(kopi17/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini