Beranda Kutai Timur Bidan Kutim Siaga di Jalur Mudik Kutim

Bidan Kutim Siaga di Jalur Mudik Kutim

84 views
0

Teks: Pelayanan kesehatan IBI Kutim di Posko Mudik digelar serentak di 18 kecamatan, berlangsung sejak 16 hingga 25 Maret 2026.

SANGATTA – Di tengah riuh arus mudik yang kian menggeliat menjelang penghujung Ramadan, para bidan di Kutai Timur (Kutim) mengambil peran nyata dan vital, menjaga denyut keselamatan para pelintas jalan. Di bawah komando Ketua PC IBI Kutim, Bidan Yuliana Kala’ Lembang, kegiatan pelayanan kesehatan digelar serentak di 18 kecamatan, berlangsung sejak 16 hingga 25 Maret 2026.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan upaya kolektif yang menyatu dengan denyut kepentingan publik. Posko-posko mudik dan terminal menjadi simpul pelayanan, berkelindan dengan tim pengamanan lainnya. Di Sangatta Utara, aktivitas dipusatkan di Posko Simpang Bengalon, Lampu Merah Telkom, serta Posko Pendidikan. Sementara di Sangatta Selatan, layanan tersedia di Terminal Bus Kilometer 3. Di Teluk Pandan, bidan hadir di Posko Mudik setempat, sedangkan di zona Wahau, pelayanan berkelindan dengan wilayah Kongbeng dalam satu tarikan koordinasi.

Pelaksana kegiatan ini adalah para pengurus ranting bidan di masing-masing kecamatan. Mereka bergerak dengan kepekaan lapangan, menyusuri titik-titik strategis yang menjadi lintasan pemudik. Di sisi lain, pengurus cabang menjalankan fungsi pemantauan, mengunjungi sejumlah posko serta mengawasi dinamika kegiatan melalui jejaring komunikasi bersama para ketua ranting se-Kutim.

“Melalui kegiatan ini, organisasi di ajak untuk terus berperan dalam mendukung program pemerintah dalam melayani masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Yuliana Kala’ Lembang.

Ia menegaskan, kehadiran bidan di jalur mudik bukan hanya untuk merespons kondisi darurat, melainkan juga memberikan layanan kesehatan dasar yang kerap luput dari perhatian. Pemeriksaan tekanan darah, konsultasi ringan, hingga pemantauan kondisi ibu dan anak menjadi bagian dari layanan yang disediakan.

Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, keberadaan tenaga kesehatan ini menjadi oase yang menenangkan. Mereka sigap memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas, sekaligus membuka ruang edukasi kesehatan bagi masyarakat yang melintas. Kegiatan ini juga dilaporkan secara berjenjang kepada IBI Provinsi dan IBI Pusat, sebagai bagian dari akuntabilitas sekaligus dokumentasi peran organisasi dalam mendukung pelayanan publik.

Bagi warga, manfaatnya terasa nyata. Kehadiran bidan di titik-titik mudik menghadirkan rasa aman yang tak tergantikan.

“Beberapa dari mereka merasa senang karna merasa di perhatikan dan peduli selama di perjalanan,” demikian kesan yang disampaikan para penerima manfaat.

Ucapan terima kasih pun mengalir, terutama atas layanan pemeriksaan dan edukasi yang dinilai masih jarang dijumpai dalam arus mudik. Selama ini, intervensi kesehatan di jalur mudik kerap terbatas pada penanganan kecelakaan. Kehadiran bidan dengan pendekatan promotif dan preventif menjadi warna baru dalam lanskap pelayanan tersebut.

“Mereka juga mengucapkan terima kasih atas pemeriksaan dan edukasi yg di dapatkan, dan berharap kegiatan seperti ini masih jarang dilakukan,” katanya.

Di balik kesederhanaan posko dan keterbatasan sarana, tersimpan semangat pengabdian yang tak lekang oleh waktu. Para bidan, dengan ketekunan dan empati, menjahit celah pelayanan yang kerap terabaikan. Menjadikan perjalanan mudik bukan sekadar perpindahan raga, tetapi juga ruang aman bagi kesehatan jiwa dan tubuh. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini