Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat mengukuhkan Pengurus AKPKT Periode 2026–2031. Foto: Vian/Pro Kutim
SANGATTA – Pembangunan daerah tidak semata bertumpu pada limpahan sumber daya alam. Di Kutai Timur (Kutim), ikhtiar itu diarahkan untuk membangun fondasi yang lebih kukuh melalui penguatan sumber daya manusia dan pelaku usaha lokal agar mampu menjadi pemeran utama dalam denyut perekonomian daerah. Semangat tersebut mengemuka saat Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengukuhkan Pengurus Asosiasi Kontraktor dan Pengusaha Kutai Timur (AKPKT) Periode 2026–2031 di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Senin (6/7/2026).
Pengukuhan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha dari beragam sektor. Kehadiran AKPKT diproyeksikan bukan sekadar menjadi organisasi profesi. Lebih jauh, asosiasi ini diharapkan menjadi wahana pembinaan yang memperteguh kapasitas kontraktor dan pengusaha lokal agar semakin profesional, memiliki daya saing, serta sanggup menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan daerah. Pada saat yang sama, keberadaan organisasi tersebut juga diharapkan memperluas peluang kerja melalui pertumbuhan dunia usaha yang bertumpu pada potensi masyarakat setempat.
Mengawali sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kutim membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh komponen masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan, sepanjang berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Atas nama Pemkab Kutim, saya mengucapkan selamat kepada Saudara-saudara yang hari ini resmi dikukuhkan. Silakan berpartisipasi di semua bidang pembangunan. Pemerintah memberikan kesempatan kepada semuanya tanpa membeda-bedakan. Dengan prosedur, proses, dan aturan yang ada, silakan berkolaborasi membangun Kutim,” ujar Ardiansyah.
Menurut Ardiansyah, arah pembangunan Kutim kini berpijak pada konsep HEBAT, akronim dari Handal, Elaboratif, dan Berkelanjutan, yang menjadi landasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2031 dalam mewujudkan daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Ia menilai Kutim dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, limpahan potensi tersebut hanya akan memberikan nilai tambah apabila diimbangi oleh kualitas sumber daya manusia serta pelaku usaha lokal yang memiliki kompetensi dan daya saing.
“Kutim memiliki semuanya. Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Yang ingin kita lihat adalah bagaimana sumber daya manusia di dalamnya memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengelola potensi itu. Karena itu pemerintah memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk bersama-sama membangun daerah ini,” katanya.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan ekonomi bukan hanya soal peningkatan investasi ataupun pertumbuhan angka statistik. Yang lebih utama ialah memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui terbukanya kesempatan bekerja dan berkembang.
Karena itu, Ardiansyah menegaskan pemerintah terus mendorong lahirnya pengusaha lokal yang tumbuh dari masyarakat, berkembang bersama masyarakat, sekaligus menghadirkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah komoditas unggulan Kutim yang kini mulai menembus pasar regional hingga global, di antaranya pisang, nanas, dan biji kakao yang dikembangkan pelaku usaha lokal. Keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa potensi daerah dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar apabila dikelola oleh putra-putri daerah sendiri.
“Saya lebih menitikberatkan kepada pengusaha yang tumbuh dari masyarakat. Mereka sendiri yang berusaha, mereka sendiri yang bekerja, dan mereka sendiri yang mempekerjakan masyarakat. Kalau kita serahkan kepada pengusaha padat karya, maka hasilnya benar-benar dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Ardiansyah mengajak seluruh jajaran AKPKT terus menelisik (mencermati dan menggali) berbagai potensi ekonomi daerah yang belum tergarap secara optimal serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah dalam membangun ekonomi lokal.
“Silakan Saudara-saudara melihat potensi yang bisa dikembangkan. Mari bersama-sama memberdayakan pengusaha lokal dan kontraktor lokal sehingga pembangunan di Kutim benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum AKPKT Andi Arafah menegaskan organisasinya dibentuk sebagai rumah bersama bagi para kontraktor dan pengusaha lokal di Kutim. Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga akan memusatkan perhatian pada pembinaan anggota agar semakin profesional, berintegritas, serta mampu berkompetisi secara sehat.
“AKPKT hadir sebagai rumah bersama bagi pengusaha dan kontraktor lokal Kutim. Tujuan kami bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membina anggota agar semakin profesional, berintegritas, dan mampu bersaing secara sehat. Kami siap menjadi mitra strategis Pemkab Kutim dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Andi.
Ia menambahkan, kemajuan dunia usaha menuntut adanya sinergi antarlembaga. Karena itu, AKPKT berkomitmen membangun kolaborasi dengan organisasi usaha lain yang telah lebih dahulu hadir di Kutim. Organisasi ini tidak ingin berjalan sendiri. AKPKT siap bersinergi dengan KADIN dan HIPMI Kutim, dan seluruh organisasi usaha lainnya. Tujuannya sama, yaitu memperkuat pengusaha lokal agar semakin maju, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi Kutim.
Melalui jejaring tersebut, AKPKT berkeinginan menghadirkan lebih banyak program peningkatan kapasitas, pendampingan, serta memperluas akses jejaring usaha bagi seluruh anggotanya. Jika semua organisasi pengusaha saling mendukung dan saling menguatkan, dia yakin pengusaha lokal akan semakin berkembang dan benar-benar bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.
“Itulah yang ingin kami wujudkan melalui AKPKT,” tegasnya.
Harapan serupa datang dari salah seorang anggota AKPKT. Ia memandang organisasi ini sebagai ruang bertumbuh yang memungkinkan para pelaku usaha lokal saling bertukar pengalaman, memperkaya pengetahuan, sekaligus memperluas jejaring usaha yang selama ini berjalan secara terpisah. Karena selama ini banyak pengusaha lokal berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya AKPKT, pengusaha jadi punya wadah untuk saling berbagi pengalaman, belajar bersama, dan memperkuat jaringan usaha.
“Kami berharap pemerintah terus memberikan ruang agar pengusaha lokal bisa ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kutim,” ujarnya.
Ia berharap AKPKT mampu menjaga konsistensi dalam menjalankan program pembinaan sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal yang dapat meningkatkan kualitas usahanya, membuka kesempatan kerja baru, serta menjadi salah satu penyangga utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Harapan kami sederhana, semoga pengusaha lokal benar-benar bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Kalau terus dibina, diberi kesempatan, dan menjaga profesionalisme, saya yakin pengusaha Kutai Timur mampu tumbuh bersama membangun daerah yang semakin maju,” pungkasnya. (kopi4/kopi3)

































