Sulisman, Kadistransnaker Kutim menyampaikan laporan di Opening Ceremony Pelatihan Batch 2 BLKI. Foto: Bagus/Pro Kutim
SANGATTA — Langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam menekan angka pengangguran sekaligus mencetak tenaga kerja lokal yang berdaya saing tinggi kian menunjukkan hasil nyata. Tidak sekadar memberikan pelatihan teori, Pemkab Kutim memastikan para lulusan UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) langsung terkoneksi dengan kebutuhan riil dunia industri.
Komitmen link and match ini mencuat kuat dalam Opening Ceremony Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 2 Tahun 2026 yang digelar di Gedung BLKI Kutim pada Senin (6/7/2026). Pada angkatan ini, sebanyak 48 peserta yang terbagi ke dalam tiga kejuruan utama yaitu Operator Excavator, Bisnis Manajemen, dan Teknik Instalasi Listrik siap digembleng secara intensif.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim, Sulisman, mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat membangun komunikasi dengan sektor privat sebelum pelatihan berakhir. Salah satu hasilnya adalah komitmen strategis dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) yang siap menyerap para lulusan.

“Kami sudah membangun komunikasi intensif dengan beberapa perusahaan. Salah satunya dari pihak PT PAMA yang sudah menyampaikan bahwa lulusan teknisi listrik dari BLKI angkatan ini akan diprioritaskan untuk langsung masuk ke program pemagangan mereka,” ujar Sulisman di sela-sela acara.
Sulisman menambahkan, selain tiga kelas reguler yang berlangsung selama 36 hari tersebut, BLKI Kutim juga sedang berjalan program Basic Mechanic Course (BMC) yang dilaksanakan selama tiga bulan. Seluruh program ini dirancang agar para peserta mengantongi sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) saat lulus nanti, sebuah modal kuat untuk bersaing di pasar kerja modern.
Optimisme ini bukan tanpa dasar. Keberhasilan program pelatihan di BLKI Kutim telah teruji pada angkatan-angkatan sebelumnya. Sulisman membeberkan bagaimana alumni kejuruan pengelasan (welder) dari gelombang terdahulu hampir seluruhnya telah terserap ke dalam ekosistem kerja.
“Untuk angkatan pertama dan kedua, khususnya kelas welder, alhamdulillah semuanya sudah bekerja. Sementara untuk angkatan ketiga saat ini sedang menjalani proses pemagangan di perusahaan selama dua bulan. Biasanya, jika kinerja mereka dinilai bagus oleh manajemen perusahaan, mereka akan langsung dikontrak sebagai karyawan tetap,” jelasnya.

Komitmen penyerapan tenaga kerja ini sejalan dengan visi besar Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang menargetkan penyiapan 50 ribu tenaga kerja lokal yang mandiri dan kompeten.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menekankan bahwa dinamika industri pertambangan saat ini penuh dengan tantangan baru, termasuk adanya kenaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pascapenurunan di periode sebelumnya, yang berdampak pada efisiensi dan simplifikasi jenis pekerjaan di lapangan.
“Daerah wajib memiliki SDM dengan kompetensi khusus yang dibutuhkan oleh perusahaan. Pelatihan ini harus benar-benar terkoneksi dengan kebutuhan industri saat ini, atau setidaknya melatih kemandirian peserta untuk berwirausaha,” tegas Bupati Ardiansyah.
Bupati berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan waktu pelatihan secara optimal agar mampu bertransformasi menjadi insan yang disiplin dan profesional, siap mengisi peluang kerja di bumi sang bumi untung benua.(kopi5/kopi13/kopi3)

































