Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah. Foto: Dewi/Pro Kutim
SEMARANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah terobosan untuk mengakhiri krisis sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi. Tak sekadar menjalin kemitraan formal, Pemkab Kutim mengunci strategi jangka panjang lewat skema pendidikan ikatan dinas Pola Pembibitan (Polbit) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Komitmen strategis tersebut dimatangkan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang ditindaklanjuti oleh Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim Rizali Hadi di Aula Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jumat (31/7/2026).
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Masrianto Suriansyah, mengungkapkan bahwa ketersediaan personel teknis selama ini tak sebanding dengan masifnya kebutuhan pelayanan transportasi darat, laut, maupun udara di Kutim.

“Persoalan keterbatasan SDM ini resmi dijawab melalui kebijakan konkret Bapak Bupati dan Pemkab Kutim. Insyaallah, mulai 2027 kita mengamankan kuota 10 taruna untuk menempuh pendidikan ikatan dinas di STTD Bekasi,” ujar Masrianto.
Ia menegaskan, skema Polbit jauh lebih unggul dan terukur dibandingkan pemberian beasiswa umum. Selain mencetak tenaga spesialis berstandar ketat Kemenhub, skema ini memberikan kepastian pengabdian bagi daerah.
“Beasiswa umum punya risiko karena mahasiswa bisa saja putus di tengah jalan atau justru bekerja di luar daerah setelah lulus. Namun dengan pola pembibitan, arahnya sangat tegas. Setelah lulus mereka wajib kembali dan mengabdi di daerah sampai pensiun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Masrianto menilai kehadiran para alumni sekolah kedinasan akan menjadi fondasi kokoh untuk mengakselerasi tata kelola transportasi di Kutim. Mengingat manfaatnya yang langsung menyasar kebutuhan riil daerah, ia mendorong agar terobosan berbasis Polbit ini dapat direplikasi oleh Perangkat Daerah (PD) lain di lingkungan Pemkab Kutim.
“Prospeknya sangat jelas untuk daerah. Kami berharap kuota ini bisa terus ditambah ke depannya,” tambah Masrianto.
Secara teknis, Pemkab Kutim akan memberangkatkan 10 putra-putri terbaik daerah untuk jenjang Diploma III (D3) di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi pada 2027, disusul 10 kuota tambahan untuk jenjang Diploma IV (D4) pada 2028.
Tak berhenti di sektor darat, Dishub Kutim kini bergerak cepat menyiapkan kerja sama lanjutan dengan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) dan Ditjen Perhubungan Laut. Langkah ini disiapkan khusus untuk memasok SDM ahli di bidang transportasi laut demi menyokong operasional Pelabuhan Kenyamukan.(kopi8/kopi13)

































