Beranda Kutai Timur Mahyunadi Apresiasi Pengabdian Bidan, Dorong Peningkatan Layanan hingga Pelosok Kutim

Mahyunadi Apresiasi Pengabdian Bidan, Dorong Peningkatan Layanan hingga Pelosok Kutim

242 views
0

Wabup Kutim Mahyunadi saat menghadiri HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kutim. Foto: Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menegaskan profesi bidan memiliki peran strategis dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (1/8/2026).

Turut hadir dalam acara, Plt Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah, Kepala RSUD Kudungga Muhammad Yusuf, Perwakilan Perusahaan, Perwakilan TP PKK Kutim, Perwakilan GOW Kutim, Ketua Cabang IBI Kutim Yuliana Kala Lembang serta pengurus dan anggota IBI dari berbagai kecamatan di Kutim.

Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi atas pengabdian para bidan yang selama puluhan tahun menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu dan anak.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutim, saya mengucapkan selamat HUT ke-75 IBI. Semoga IBI terus menjadi organisasi profesi yang semakin solid, profesional, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, dan keluarga,” kata Mahyunadi.

Menurutnya, usia 75 tahun menjadi bukti panjangnya dedikasi IBI dalam memberikan pelayanan kesehatan hingga menjangkau wilayah terpencil. Di Kabupaten Kutim yang memiliki wilayah luas dengan tantangan geografis, keberadaan bidan dinilai sangat menentukan pemerataan layanan kesehatan.

“Bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan primer yang paling dekat dengan masyarakat, khususnya di desa-desa dan wilayah terpencil. Mereka bukan hanya memberikan pelayanan kebidanan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat, memberikan edukasi, melakukan deteksi dini risiko kesehatan, hingga menjadi penggerak perubahan perilaku hidup sehat,” ujarnya.

Mahyunadi mengatakan tantangan sektor kesehatan kini semakin kompleks, mulai dari upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, percepatan penurunan stunting, meningkatnya penyakit tidak menular, ancaman penyakit menular baru, hingga transformasi layanan kesehatan berbasis digital. Karena itu, bidan dituntut terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.

Ia menegaskan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Kutim. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya saing tidak dapat dilepaskan dari peran bidan dalam mendampingi ibu sejak masa kehamilan, persalinan, hingga mengawal tumbuh kembang anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Dari peran itulah lahir fondasi generasi Kutim yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing sebagai modal utama pembangunan daerah,” ucapnya.

Mahyunadi juga mengajak seluruh bidan mempercepat upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan serta memanfaatkan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan. Namun, menurutnya, penggunaan teknologi harus tetap diimbangi dengan pelayanan yang humanis.

“Secanggih apa pun teknologi yang digunakan, sentuhan empati, komunikasi yang baik, dan pelayanan yang humanis harus tetap menjadi kekuatan utama profesi bidan,” tegasnya.

Selain itu, ia memastikan pemerintah daerah terus berupaya mendukung pemerataan tenaga bidan hingga ke wilayah pedalaman, disertai peningkatan kesejahteraan dan pengembangan kompetensi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi kesehatan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, Ketua Cabang IBI Kutim, Yuliana Kala Lembang, mengatakan peringatan HUT ke-75 IBI berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, surat edaran Pengurus Pusat terkait Hari Bidan Internasional dan HUT IBI, serta program kerja pengurus cabang. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas bidan di Kutim.

“Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota, melaksanakan program kerja pengurus cabang, serta menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya bidan di seluruh wilayah Kutim” ujar Yuliana.

Ia menjelaskan, sebelum acara puncak digelar, IBI Kutim telah melaksanakan rangkaian kegiatan di 22 ranting, di antaranya program OPOR selama bulan Ramadan, bakti sosial deteksi dini kanker, serta lomba video edukasi kesehatan bagi masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian bidan di luar pelayanan rutin.

Pada puncak peringatan HUT ke-75, IBI Kutim juga memberikan penghargaan kepada para mitra dan ranting yang dinilai aktif dalam kegiatan sosial dan edukasi kesehatan, sekaligus menggelar seminar peningkatan kapasitas tenaga kebidanan.

“Kegiatan ini diikuti sekitar 150 bidan dari 22 ranting se-Kutim. Meski beberapa ranting tidak dapat hadir secara langsung karena kendala jarak dan akses wilayah, seluruh ranting tetap berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan,” ujarnya.

Memasuki usia ke-75 tahun, diharapkan IBI semakin solid dan mampu terus meningkatkan kompetensi serta profesionalisme para bidan di Kutim. sinergi antara IBI, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin berkualitas, merata hingga ke pelosok, serta mampu melahirkan generasi Kutim yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(kopi14/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini