Beranda Kutai Timur Poktan Aren Genjah Kandolo Dorong Pendaftaran IG dan Produksi Gula Aren

Poktan Aren Genjah Kandolo Dorong Pendaftaran IG dan Produksi Gula Aren

19 views
0

Ketua dan Wakil Ketua MPIG Aren Genjah Kandolo, Siti Rahma dan Syarifudin saat diwawancara awak Pro Kutim. Foto. Lintang/Bagus Pro Kutim

SANGATTA – Pengurus Kelompok Tani (Poktan) yang terwadahi dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Aren Genjah Kandolo menggelar audiensi bersama Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, di Ruang Kerja Bupati, Pusat Perkantoran Pemkab Kutim, Bukit Pelangi, pada Rabu (12/8/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis Poktan dalam mendorong percepatan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) guna melindungi keaslian komoditas lokal sekaligus mencari solusi atas keterbatasan kapasitas produksi gula aren di tingkat petani.

Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua MPIG/Poktan Aren Genjah Kandolo Siti Rahma dan Wakil Ketua Syarifuddin. Turut hadir mendampingi perwakilan dari berbagai instansi teknis terkait, yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop-UMKM), serta Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutim.

Dalam pemaparannya, Ketua MPIG Siti Rahma menjelaskan bahwa tahapan pendaftaran Indikasi Geografis Aren Genjah Kandolo saat ini telah memasuki fase krusial, yaitu pemeriksaan sampel tanah serta uji mutu produk. Selain itu, Poktan telah menginventarisasi sebanyak 40 pohon induk Aren Genjah yang siap difungsikan sebagai sumber pembibitan utama pada hamparan lahan populasi seluas 53 hektare.

Siti Rahma mengungkapkan, potensi pasar untuk gula aren genjah sangat tinggi, baik di tingkat lokal, nasional, hingga ruang untuk penetrasi pasar internasional. Permintaan bahan baku ini tidak hanya datang dari sektor umum, tetapi juga dari produk olahan khas seperti beppa janda dan jaringan usaha kuliner lokal. Secara keseluruhan, potensi serapan pasar diperkirakan mencapai 20 ton.

“Permintaan pasar nasional dan internasional sangat besar hingga mencapai 20 ton. Namun, kapasitas produksi kami di tingkat petani masih sangat terbatas. Saat ini, seorang perajin rata-rata hanya mampu menghasilkan gula jadi maksimal 25 kg per hari,” jelas Siti Rahma.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Syarifuddin membeberkan bahwa kendala utama yang dihadapi kelompok tani di lapangan berada pada sektor Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya penderes atau penyadap. Saat ini, penyadap aktif di Desa Kandolo hanya berjumlah sekitar 20 orang. Banyak lahan aren yang belum tergarap optimal karena ketiadaan tenaga penyadap.

“Potensi pohon aren kita melimpah, tetapi kita kekurangan SDM penderes. Untuk mengelola luasan lahan yang ada saat ini, kami setidaknya masih membutuhkan 50 tenaga penyadap tambahan. Kami berharap Pemkab Kutim melalui dinas terkait bisa memfasilitasi pelatihan atau mendatangkan tenaga ahli penderes agar potensi ekonomi ini tidak terbuang sia-sia,” ujar Syarifuddin.

Menanggapi aspirasi dari kelompok tani tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut positif komitmen MPIG dan menginstruksikan perangkat daerah yang hadir (BRIDA, Disperindag, Diskop-UMKM, dan Disbun) untuk bergerak cepat dan saling bersinergi secara lintas sektor.

Pemkab Kutim berkomitmen penuh untuk mengawal proses pendaftaran legalitas IG hingga tuntas, sekaligus menyiapkan langkah pembinaan SDM, bantuan alokasi alat produksi modern, dan penataan rantai pasok. Sinergi ini diharapkan dapat mendongkrak volume produksi gula aren genjah secara signifikan guna meningkatkan kesejahteraan para petani di Kutim.(kopi5/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini