Beranda Kutai Timur Berbasis Manajemen Talenta ASN, Bupati Kutim Lantik 5 Pejabat PTP Baru 

Berbasis Manajemen Talenta ASN, Bupati Kutim Lantik 5 Pejabat PTP Baru 

145 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan arahan alam pelantikan pejabat PTP di lingkungan Pemkab Kutim. Foto: Nasruddin/Bagus/Irfan Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama (PTP) atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim, Jumat (28/8/2026). Pelantikan berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutimdengan pengisian jabatan dilakukan melalui penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) berdasarkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SI-MATA) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ardiansyah mengatakan, pengisian maupun rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Kutim kini mulai menggunakan sistem manajemen talenta. Dengan sistem tersebut, penempatan pejabat tidak hanya didasarkan pada pertimbangan administratif, tetapi juga mengacu pada data dan rekam jejak ASN.

“Pertama, bahwa pengisian dan/atau rotasi jabatan yang dilaksanakan sekarang ini, kita sudah memulainya dengan menggunakan manajemen talenta ASN melalui SI-MATA BKN,” kata Ardiansyah dalam arahannya usai melantik.

Menurut dia, penerapan manajemen talenta membuat pengembangan karier ASN lebih terarah karena didasarkan pada data yang tercatat dalam sistem ASN Digital.

“Tidak ada lagi pengisian jabatan tanpa melalui manajemen talenta, yang artinya semua berbasis data yang ada di ASN Digital,” ujarnya.

Ardiansyah juga meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim mendampingi para ASN untuk memperbarui data kepegawaian, mulai dari riwayat diri, kualifikasi, hingga kinerja.

Menurut Ardiansyah, kelengkapan data tersebut penting agar potensi dan kompetensi setiap ASN dapat dipetakan dalam sistem manajemen talenta. Pemetaan itu kemudian menjadi salah satu dasar dalam pengembangan karier pegawai.

Ia menjelaskan, manajemen talenta memetakan ASN ke dalam sembilan kotak berdasarkan potensi dan kinerja. ASN yang berada pada kotak 7, 8, dan 9 menjadi kelompok yang dapat dipertimbangkan untuk promosi, sedangkan rotasi atau mutasi dapat bersumber dari kotak 2 hingga 9.

Namun, Ardiansyah mengakui masih banyak ASN yang belum mengisi atau memperbarui data secara optimal. Karena itu, ia meminta perangkat daerah yang menjadi penanggung jawab atau person in charge (PIC) terus memberikan informasi kepada ASN.

“Terus terang, Saudara-saudara, sampai saat ini kotak yang saya lihat itu masih sedikit terisi dengan penuh, terutama kotak 7, 8, 9 untuk yang ingin mendapatkan promosi,” katanya.

Ardiansyah mengatakan, ASN dapat melihat perkembangan data dan posisi talenta masing-masing melalui aplikasi MyASN. Ia meminta seluruh ASN memanfaatkan informasi tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja.

Selain soal manajemen talenta, Ardiansyah mengingatkan pejabat yang baru dilantik agar tidak lagi membedakan instansi berdasarkan istilah “jabatan basah” dan “jabatan kering”.

“Dan saya mohon tidak ada jabatan basah dan tidak ada jabatan kering. Semua kita bekerja, kita adalah Korps Pegawai Negeri Sipil. Satu saja yang sakit, maka dia akan menyakiti Korps Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Kutim” ujar Ardiansyah.

Ia berharap lima pejabat yang baru dilantik segera menjalankan tugas dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, kolaborasi, dan inovasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan mendukung pencapaian target pembangunan Kutim.

“Saya berharap kepada para pejabat yang baru dilantik untuk segera menjalankan amanah dengan penuh integritas, profesional, loyal, serta mendukung terwujudnya visi pembangunan Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing,” tutupnya.(kopi14/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini