Perwakilan tim Community Health & Education KPC, Febriana Kurniasari saat memaparkan Laporan Kegiatan Program BERSATU. Foto: Lintang/Pro Kutim
SANGATTA — Forum Komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kontraktor PT Kaltim Prima Coal (KPC) menggelar pemaparan Laporan Kegiatan Program BERSATU (Bersama Atasi Stunting Secara Terpadu), yang dirangkai dengan penyerahan apresiasi kepada sponsor dan mitra kerja di Wisma Rayah KPC, Sangatta Utara, pada Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutim Mahyunadi, perwakilan OPD teknis meliputi Dinas Kesehatan, DPPKB, Dinas Perkim dan Bapenda, Camat Sangatta Utara Hasdiah, Ketua Sekretariat TJSL Ali Mahmudi, Pemangku Adat Istiadat Kutai Sangatta Kasmo, General Manager External Affairs & Sustainability Development (ESD) Division PT KPC Wawan Setiawan, serta Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), dan perwakilan 33 perusahaan kontraktor mitra KPC.
Perwakilan tim Community Health & Education KPC, Febriana Kurniasari menjelaskan Program BERSATU merupakan bentuk kolaborasi PT KPC bersama 33 perusahaan kontraktor yang berfokus pada upaya penurunan stunting dan Keluarga Berisiko Stunting (KRS), khususnya di wilayah Sangatta Utara.

Melalui proses verifikasi dan validasi (verval) data lapangan yang melibatkan 50 kader kesehatan/PKK selama 18 hari pada Februari 2026, tercatat sebanyak 1.727 keluarga berisiko stunting. Dari dana yang berhasil dihimpun melalui kepedulian para perusahaan kontraktor, bantuan dialokasikan secara transparan untuk empat fokus utama.
Pertama, bantuan nutrisi bayi di bawah dua tahun (baduta) sebesar Rp150 juta berupa intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 25 baduta dengan status gizi kurang dan buruk. Bantuan tersebut disalurkan melalui Rumah Rehat Gizi (RRG) Sangatta Utara hingga akhir 2026. Kedua, pembangunan jamban sehat dan bilik MCK dengan alokasi Rp136 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan 11 unit septic tank yang berkolaborasi dengan Dinas Perkim serta pembangunan lima unit bilik MCK.

Ketiga, sambungan air bersih sebesar Rp24 juta berupa instalasi jaringan air bersih PDAM Perumda Tirta Tuah Benua bagi lima kepala keluarga. Keempat, edukasi dan sosialisasi dengan anggaran Rp 8,3 juta. Kegiatan ini menyasar 17 kepala keluarga melalui edukasi kesehatan dan perencanaan keluarga.
“Dari kepedulian menjadi aksi, dari kolaborasi menjadi perubahan. Mari BERSATU untuk Sangatta Utara yang bebas dari risiko stunting,” tutup Febriana.

General Manager ESD Division PT KPC Wawan Setiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan Program BERSATU.
“Saya merasa bangga karena sejak komitmen ini dipancangkan bersama pemerintah daerah pada Desember lalu, kita bergerak nyata di lapangan. Kontraktor tidak hanya berkomitmen secara lisan, tetapi hadir membantu pengurangan KRS dan stunting baduta secara rutin,” ujar Wawan.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, mengapresiasi inisiatif kolaboratif tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kutim.

Mahyunadi menyebut prevalensi risiko stunting di Kutim mencapai 26 persen pada 2025 dan ditargetkan turun hingga di bawah 20 persen atau 19 persen. Karena itu, keterlibatan dunia usaha dinilai penting untuk menopang keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Model kolaborasi BERSATU ini sangat berhasil dan perlu dibukukan sebagai percontohan. Ke depan, pola ini harus kita perluas ke kecamatan lain seperti Sangatta Selatan dan Bengalon, serta direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lain di Kutai Timur,” pungkas Mahyunadi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan dan penghargaan secara simbolis. Bantuan PMT untuk Rumah Rehat Gizi (RRG) Sangatta Utara diserahkan oleh Camat Sangatta Utara Hasdiah, Ketua Sekretariat TJSL Ali Mahmudi dan GM ESD KPC Wawan Setiawan.

Selanjutnya, penghargaan kepada sponsor Program BERSATU diserahkan oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi bersama Wawan Setiawan kepada pimpinan 33 perusahaan kontraktor yang terlibat.
Selain itu, turut diserahkan apresiasi kepada sponsor kegiatan Pelantikan Pemangku Adat dan Peresmian Rumah Adat Kutai. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pemangku Adat Istiadat Kutai Sangatta Kasmo.(kopi17/kopi13/kopi3)




























