Manager Environment KPC Kiagus Nirwan bersama Kepala SDN 010 Sangatta Utara Jainah, S.Pd., guru dan siswa mengikuti penanaman bibit pohon dalam kegiatan “Green Olympic Go to School 2026” di SDN 010 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (16/7/2026). Program tersebut menjadi bagian dari edukasi pengelolaan lingkungan sejak dini sekaligus mendukung sekolah menuju Adiwiyata Mandiri. Foto: Istimewa
SANGATTA – Kesadaran menjaga lingkungan hidup tidak lahir dalam sekejap. Ia bertumbuh melalui kebiasaan, pengetahuan, dan teladan yang ditanamkan sejak usia belia. Gagasan itulah yang menjadi landasan PT Kaltim Prima Coal (KPC) ketika menggelar program “Green Olympic Go to School 2026” di SDN 010 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (16/7/2026). Sinergi dengan salah satu misi Pemkab Kutim yakni “Mewujudkan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Terpadu dan Berkesinambungan”.
Kegiatan yang diinisiasi Health Safety Environment and Security (HSES), melalui Environment Department KPC tersebut menjadi salah satu rangkaian Green Olympic (GO), agenda tahunan perusahaan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Program itu dirancang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam sejak dini sekaligus mendukung langkah sekolah menuju predikat Adiwiyata Mandiri.
Suasana halaman sekolah berubah menjadi ruang belajar terbuka. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga diperkenalkan secara langsung pada praktik pemilahan sampah dan pembuatan pupuk kompos dari limbah organik. Pendekatan yang bersifat aplikatif itu diharapkan mampu membentuk kebiasaan yang kelak melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Acara dihadiri Kepala SDN 010 Sangatta Utara Jainah, Manager Environment KPC Kiagus Nirwan beserta jajaran, Panitia Green Olympic 2026, para guru, serta seluruh siswa. Sebagai simbol kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, kegiatan juga diisi dengan penanaman berbagai bibit pohon di halaman sekolah. Jenis tanaman yang ditanam meliputi mangga, nangka, alpukat, sirsak Bogor, sirsak madu, dan jambu kristal. Kehadiran pohon-pohon tersebut diharapkan bukan hanya memperkaya ruang hijau sekolah, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran jangka panjang bagi peserta didik mengenai pentingnya merawat vegetasi.

Tidak berhenti pada edukasi, KPC turut menyerahkan bantuan fasilitas pendukung pengelolaan lingkungan berupa tong sampah, pupuk kompos, serta 80 bibit tanaman yang terdiri atas pucuk merah, daun salam, dan aneka tanaman buah. Bantuan itu menjadi bekal bagi sekolah untuk melanjutkan program pelestarian lingkungan secara berkesinambungan.
Kepala SDN 010 Sangatta Utara, Jainah, menyambut baik kolaborasi yang dibangun bersama KPC. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang bernilai bagi warga sekolah, terutama dalam mengolah sampah organik yang selama ini melimpah dari dedaunan dan pepohonan di sekitar lingkungan sekolah.
“Terima kasih kami atas nama sekolah kepada perusahaan KPC yang telah membantu serta mendukung kegiatan hari ini. Kedepan setelah edukasi hari ini, kami bersama para guru tim Adiwiyata akan terus melanjutkan program pembuatan sampah organik ini agar bisa menghasilkan produk secara mandiri. Kami berharap kolaborasi dengan KPC ini bisa terus terjalin baik dan berkelanjutan,” tutup Jainah.
Bagi pihak sekolah, pengetahuan yang diperoleh bukan hanya menjadi materi pembelajaran sesaat, melainkan dapat berkembang menjadi budaya yang melibatkan guru dan peserta didik secara berkelanjutan. Pengelolaan sampah organik dipandang sebagai salah satu ikhtiar membangun kemandirian sekaligus memperkuat kesiapan menuju Adiwiyata Mandiri.
Sementara itu, Manager Environment KPC Kiagus Nirwan, didampingi Ketua Panitia Green Olympic 2026 Pascal Samban, menegaskan bahwa sasaran kegiatan tahun ini memang difokuskan pada jenjang sekolah dasar. Menurutnya, pembentukan karakter peduli lingkungan akan lebih efektif apabila dimulai sejak usia dini.
“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan baik oleh para guru serta semangat dan antusiasme murid sangat luar biasa hari ini. Kami yakin kegiatan ini tidak sekadar seremonial belaka. Sinergitas ini akan terjalin dengan baik. Bahkan kami mengundang pihak SDN 010 Sangatta Utara untuk berkunjung sekaligus melihat langsung fasilitas yang dimiliki oleh Environment KPC dalam proses pembuatan pupuk kompos,” ujar Nirwan.
Ia juga menambahkan bahwa KPC berkomitmen penuh mendukung SDN 010 Sangatta Utara yang saat ini tengah mempersiapkan diri menuju program pengelolaan lingkungan Adiwiyata Tingkat Mandiri. Sebagai bentuk kesinambungan program, Panitia Green Olympic telah menyiapkan langkah lanjutan dengan menggagas kegiatan serupa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam waktu dekat, sekitar 17 Sekolah Menengah Atas (SMA) direncanakan akan memperoleh edukasi mengenai pengelolaan lingkungan yang lebih praktis sehingga semangat pelestarian alam dapat menjangkau lebih banyak kalangan pelajar.
Program tersebut menjadi salah satu implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KPC. Melalui pendekatan edukatif yang menyentuh dunia pendidikan, perusahaan berupaya membangun watak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Harapannya, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengolah limbah organik menjadi kompos, hingga menanam dan merawat pohon dapat tumbuh menjadi budaya yang mengakar di lingkungan sekolah, kemudian menjalar ke keluarga dan masyarakat luas. (*/kopi3)































