Stadion Kudungga Kutai Timur. Foto: Habibah/Pro Kutim
SANGATTA – Stadion Kudungga Sangatta kini tidak hanya menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi etalase keberhasilan pengelolaan fasilitas olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim menyebut pengelolaan stadion berhasil meningkatkan pemanfaatan fasilitas sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan mengatakan perubahan Stadion Kudungga menjadi bukti bahwa aset daerah dapat dikelola secara optimal meski berada di tengah keterbatasan anggaran.
“Sekarang Stadion Kudungga jadi etalase. Dulu kondisinya berbeda, sekarang masyarakat justru berebut menggunakan fasilitas olahraga yang ada di sini,” kata Basuki saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).
Menurut Basuki, kawasan stadion kini lebih tertata, bersih, dan memiliki fasilitas yang semakin lengkap. Hal itu membuat masyarakat, komunitas olahraga, hingga penyelenggara kegiatan semakin tertarik memanfaatkan Stadion Kudungga.

Ia menjelaskan penggunaan fasilitas stadion dilakukan melalui mekanisme resmi sesuai Peraturan Daerah tentang retribusi jasa umum. Dengan sistem tersebut, Dispora mampu memberikan kontribusi PAD dari pemanfaatan fasilitas olahraga.
“Ini bukan pungutan liar. Semua ada dasar hukumnya melalui perda retribusi jasa umum, sehingga penggunaan fasilitas juga memberikan pemasukan bagi daerah,” ujarnya.
Basuki menilai peningkatan PAD menjadi indikator bahwa fasilitas olahraga dapat dikelola secara profesional tanpa mengurangi akses masyarakat.
Selain pengelolaan stadion, Dispora Kutim juga mencatat prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Selama dua tahun berturut-turut, Kutim berhasil meraih Panji Keberhasilan Bidang Pemuda dan Olahraga pada 2024 dan 2025.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pemerintah daerah dalam pembinaan kepemudaan dan olahraga.

“Ini menunjukkan pemerintah daerah serius membangun sektor pemuda dan olahraga,” katanya.
Basuki menegaskan penghargaan tersebut bukan tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di bidang kepemudaan serta olahraga.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan pemuda tidak bisa hanya dibebankan kepada Dispora. Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam membina generasi muda.
“Dinas Pendidikan, Pemberdayaan Perempuan, dan PD lainnya juga memiliki peran. Pembinaan pemuda harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya.
Basuki berharap Stadion Kudungga terus menjadi kebanggaan masyarakat Kutim sekaligus menjadi pusat lahirnya atlet, komunitas olahraga, dan berbagai kegiatan positif yang berdampak bagi daerah.(kopi10/kopi13/kopi3)






























