Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri undangan Bukber BPC KKP Kutim. Foto: Irfan/Pro Kutim
SANGATTA – Kerukunan keluarga berbasis daerah asal terus menunjukkan peran krusialnya sebagai modal sosial dalam menjaga stabilitas dan solidaritas di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Semangat ini mengemuka dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama (Bukber) keluarga besar Badan Pengurus Cabang (BPC) Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) Kutim, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Teras Belad tersebut menjadi ajang konsolidasi internal organisasi perantau asal Sulawesi Selatan tersebut. Ketua BPC KKP Kutim, Nirwan Rais, mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini tengah melakukan ekspansi struktural untuk menjangkau lebih banyak warga.

“Kami baru saja meresmikan kepengurusan di tingkat Kecamatan Bengalon. Dalam waktu dekat, kami menargetkan pembentukan pengurus di lima kecamatan lainnya, yakni Sangkulirang, Sandaran, Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Bengalon. Ini dilakukan agar peran KKP dapat berjalan selaras dengan harapan warga,” ujar Nirwan.
Sejauh ini, KKP Kutim tidak hanya berfokus pada urusan internal, tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan. Nirwan memaparkan, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras secara merata ke wilayah pedalaman, mulai dari Kecamatan Busang hingga ke kawasan pemukiman di kilometer 39 dan kilometer 110 arah Muara Wahau.
Bantuan tersebut disasarkan kepada panti asuhan, anak yatim, serta masyarakat kurang mampu, baik warga asal Pinrang maupun warga lokal lainnya.

“Penyaluran ini merupakan amanah dari para donatur di lingkungan keluarga besar KKP untuk membantu sesama yang membutuhkan di bulan penuh rahmat ini,” tuturnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina KKP yang juga Wakil Bupati Kutim Mahyunadi memberikan apresiasi atas kontribusi nyata warga Pinrang di perantauan. Ia menekankan pentingnya mengubah sudut pandang identitas warga perantau demi integrasi sosial yang lebih kuat.
“Bagi kami, mereka bukanlah sekadar orang Pinrang yang berada di Kutim, melainkan orang Kutim yang berasal dari Kabupaten Pinrang. Dengan identitas ini, tanggung jawab membangun daerah menjadi milik bersama,” kata Mahyunadi.

Sebagai bagian dari warga Pinrang, Mahyunadi mengapresiasi kerukunan yang selama ini terjaga tanpa konflik. Ia menilai kegiatan sosial yang masif dilakukan KKP merupakan perekat persatuan yang sangat efektif di tengah keberagaman etnis di Kutim.
Mahyunadi juga menyampaikan pesan dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang mengajak seluruh elemen kerukunan keluarga untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.

“KKP diharapkan menjadi mitra strategis dalam menjaga ketertiban serta mengakselerasi pembangunan di berbagai sektor,” tegasnya.
Acara yang berlangsung dengan suasana hangat tersebut ditutup dengan doa bersama. Kehadiran komunitas paguyuban kerukunan keluarga seperti KKP di Kutim menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal dari daerah asal tetap dapat tumbuh subur di tanah rantau, sekaligus menjadi pilar penguat ketahanan sosial daerah.(kopi13/kopi3)






























