AKBP Fauzan Arianto yang kini menjabat sebagai Wakapolresta Balikpapan dalam momen kenal pamit Kapolres Kutim yang baru. Foto: Zaki/Irfan Pro Kutim
SANGATTA – Suasana penuh haru sekaligus kebersamaan menyelimuti jalannya acara pisah sambut atau kenal pamit Kapolres Kutai Timur (Kutim) dari AKBP Fauzan Arianto ke AKBP Aryansyah di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi, Senin (13/7/2026) malam. Dalam momen perpisahannya, AKBP Fauzan Arianto yang akan pindah ke Balikpapan dan menjabat sebagai Wakapolresta menyampaikan rasa kagum dan terima kasih yang mendalam atas soliditas serta keguyuban yang ditunjukkan oleh seluruh elemen di Kabupaten Kutim.
Menurut Fauzan, sinergitas antara unsur Forkopimda, perangkat daerah, mitra swasta, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat di “Tuah Bumi Untung Benua” berjalan sangat luar biasa dan menjadi teladan berharga bagi dirinya.
“Kami selama berdinas juga banyak belajar, khususnya dari Bapak Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Bapak Wakil Bupati Mahyunadi, bagaimana memimpin serta mengelola suatu daerah. Khususnya di bidang kami, untuk memastikan bahwa keamanan adalah salah satu faktor kunci yang paling penting dalam kesuksesan pembangunan di Kutai Timur,” ujar Fauzan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Polres Kutim telah menjadi sumber energi dan ‘vitamin’ utama bagi jajaran kepolisian untuk menjalankan tugas secara maksimal. Kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi yang kuat di daerah ini disebutnya sebagai fondasi utama mewujudkan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Bagi Fauzan, Kutim bukan sekadar tempat penugasan sementara, melainkan bagian dari sejarah hidup yang tidak akan pernah dilupakan. Ia menjuluki Kutim sebagai salah satu the magic land di Indonesia.
Menariknya, Fauzan mengungkapkan sebuah kedekatan emosional yang unik selama ia bertugas. Ia mengaku sangat mengagumi dan hafal lirik Mars Kutai Timur, lagu daerah yang selalu diputarnya setiap hari untuk membakar semangat kerja.
“Kutai Timur bumiku yang subur, warisan leluhur pusaka tercinta, kan kujaga dan akan kubela…” kutip Fauzan melafalkan lirik lagu tersebut dengan penuh penghayatan.
“Liriknya luar biasa, membuat kami selalu bersemangat untuk memastikan pembangunan di Kutai Timur ini berjalan dengan baik, termasuk dalam menjaga kondisi kamtibmas agar tetap sesuai harapan masyarakat,” imbuhnya.
Di hadapan Bupati dan para undangan, Fauzan juga mengingatkan bahwa tantangan zaman ke depan, terutama di era transformasi digital, akan semakin berat. Oleh karena itu, ia berpesan agar seluruh pihak terus merekatkan barisan guna menjawab tantangan tersebut.

Mengakhiri masa tugasnya di Kutim, AKBP Fauzan Arianto secara resmi memohon doa restu untuk mengemban amanah baru sebagai Wakapolresta Balikpapan. Ia berharap tali silaturahmi yang telah terbangun erat tidak putus begitu saja.
“Kami memohon doa untuk penugasan selanjutnya. Apabila Bapak Bupati atau bapak-ibu sekalian berkunjung ke Balikpapan, sudi kiranya mampir ke Polresta Balikpapan. Kami yakin silaturahmi ini akan memperpanjang umur dan kita bisa terus saling mendoakan kesuksesan,” tuturnya.
Menutup sambutannya, didampingi sang istri, Fauzan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah Kutim atas segala kekhilafan selama ia memimpin.(kopi13/kopi3)

































