Sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sekaligus Evaluasi Pelaporan E-Reporting. Foto : Rosma/Pro Kutim
SANGATTA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan Sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sekaligus Evaluasi Pelaporan E-Reporting. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Kutim, Ny Lisnawarty Rizali Hadi, dan berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sangatta, pada Rabu (12/8/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DWP Kabupaten Kutim serta para perwakilan pengurus DWP dari berbagai Perangkat Daerah (PD) dan kecamatan. Agenda ini diselenggarakan untuk menyelaraskan pemahaman organisasi serta mengoptimalkan sistem pelaporan kinerja berbasis elektronik yang menjadi standar nasional.
Pada kesempatan tersebut, Ketua DWP Kutim Ny Lisnawarty Rizali Hadi menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap struktur AD/ART hasil petunjuk pengurus DWP Pusat. Hal ini menjadi landasan utama agar roda organisasi di tingkat daerah dapat berjalan selaras, tertib, dan sesuai kaidah yang telah ditetapkan.

Lisnawarty menyampaikan bahwa pusat telah menetapkan tujuh program prioritas yang wajib dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh tingkatan pengurus di daerah.
“Tadi yang disampaikan, ada program baru dari pusat yaitu tujuh program prioritas yang akan kita laksanakan kedepannya untuk dilaporkan,” ujar Lisnawarty.
Ia menjelaskan bahwa sejatinya berbagai program kerja yang masuk dalam daftar prioritas tersebut sudah banyak dijalankan oleh jajaran DWP Kutim di lapangan. Namun, pengintegrasian ke dalam sistem pelaporan resmi memerlukan kecermatan agar seluruh rekam jejak kegiatan tercatat secara sistematis.
“Sebenarnya program ini secara kenyataan di lapangan sudah kita laksanakan. Cuma untuk lebih mendetailnya lagi ketika kita melaporkan e-reporting, maka kegiatan itu harus disesuaikan dengan bidang-bidangnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lisnawarty memaparkan beberapa contoh fokus dari tujuh program prioritas tersebut, mulai dari isu lingkungan hidup hingga penguatan sektor ekonomi keluarga. Lingkup kegiatan ini mencakup aspek lingkungan hijau, kesehatan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi kreatif yang berdampak langsung pada anggota.

“Salah satu contoh program prioritas yaitu lingkungan hijau, ada masalah kesehatan, ada ekonomi kreatif, dan sebagainya. Jadi ketika pembuatan laporan untuk selanjutnya, misalnya ada pelatihan tentang perekonomian kreatif seperti membuat kue, nanti dia akan masuk sendiri sesuai dengan poin-poin dari tujuh program prioritas itu tadi,” jelasnya secara detail.
Ia juga menggarisbawahi bahwa penataan laporan melalui aplikasi e-reporting merupakan keharusan yang harus dipatuhi secara tepat waktu oleh seluruh unit DWP. Ketepatan waktu dan kelengkapan berkas sangat menentukan penilaian kinerja organisasi di tingkat nasional pada akhir periode pelaporan.
“Setiap akhir tahun, sistem e-reporting ini akan ditutup secara serentak di seluruh Indonesia dan dimulai lagi tahap baru. Karena itu ada penilaian tahunan, makanya pelaporan manual juga tetap penting sebagai bukti fisik bahwa tahun lalu kita sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut,” urainya.
Melalui sosialisasi dan evaluasi ini, jajaran pengurus DWP di tingkat Perangkat Daerah hingga kecamatan didorong untuk semakin aktif melatih kedisiplinan administrasi. Penguasaan aplikasi pelaporan digital diharapkan tidak lagi menjadi kendala teknis dalam menjalankan roda organisasi.
Lisnawarty berharap sinergi dan kebersamaan antaranggota DWP Kutim terus terjaga dengan baik dalam mengeksekusi setiap program prioritas. Dengan administrasi yang tertib dan program kerja yang nyata, DWP Kutim optimis mampu memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan keluarga ASN dan masyarakat Kutim secara berkelanjutan.(kopi14/kopi13/kopi3)
































